PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Sejumlah Organisasi Kepemudaan (OKP) lintas iman di Kalimantan Tengah menyatakan dukungan penuh terhadap Pernyataan Sikap yang telah disampaikan oleh Pengurus Pusat masing-masing organisasi di Jakarta. Dalam pertemuan yang digelar pada Minggu, 31 Agustus 2025, para pimpinan OKP menyepakati langkah bersama untuk menjaga stabilitas sosial dan memperkuat solidaritas antarumat beragama di tengah dinamika nasional.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh Ilham Syah Wakil Ketua PW Pemuda Muhammadiyah Kalteng, Sunung Hertanto Sekretaris Komda Pemuda Katolik Kalteng, Fran Nandoe Ketua DPP Peradah Kalteng, Arjoni Ketua PW Gerakan Pemuda Ansor Kalteng, serta perwakilan dari DPD GAMKI Kalteng. Mereka menyatakan kesiapan untuk menginstruksikan kepada seluruh kader di daerah agar turut serta menjaga ketertiban dan membangun ruang dialog di tengah masyarakat.

Sunung Hertanto menegaskan bahwa komitmen OKP lintas iman di Kalimantan Tengah merupakan bentuk nyata dari semangat kebersamaan dalam bingkai Palsafah Huma Betang.

“Kami tidak hanya menyampaikan dukungan, tetapi juga siap bergerak bersama masyarakat untuk menjaga kedamaian, mencegah provokasi, dan memperkuat solidaritas lintas agama,” kata Sunung kepada Borneonews pada Senin, 1 September 2025.

Isi Pernyataan Sikap yang didukung antara lain menyampaikan simpati kepada korban demonstrasi, mendesak evaluasi kebijakan pemerintah, serta meminta partai politik untuk menindak tegas pernyataan provokatif dari anggotanya. Selain itu, OKP juga mengajak masyarakat untuk menolak aksi anarkis dan menjaga kerukunan lintas SARA agar tidak terulang peristiwa kelam seperti kerusuhan 1998.

Dalam konteks lokal, para pimpinan OKP sepakat untuk memperkuat peran kader dalam membangun ruang dialog bersama tokoh agama dan masyarakat, menjaga fasilitas umum, serta membantu warga yang mengalami kesulitan. Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat ketahanan sosial dan mencegah konflik horizontal di tengah masyarakat.

“Gerakan ini bukan sekadar reaksi, tetapi bentuk tanggung jawab moral kami sebagai pemuda lintas iman untuk menjaga Indonesia tetap damai dan bersatu,” tutup Sunung Hertanto.

Para peserta pertemuan menyatakan bahwa gerakan ini akan terus berlanjut melalui koordinasi lintas organisasi dan aksi nyata di lapangan.(TESTI PRISCILLA/j)