BORNEONEWS, Sampit - Ketua dan seluruh Anggota DPRD Kotawaringin Timur bersama Pj Sekda Kotim Masri serta Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain duduk di Jalan Jenderal Sudirman bersama para demonstran mendengarkan aspirasi aliansi masyarakat sipil.
Mahasiswa dan masyarakat yang menamakan diri mereka aliansi masyarakat sipil menyampaikan sejumlah tuntutan dengan duduk berhadapan dengan para pejabat tersebut.
Demonstran menyampaikan sejumlah tuntutan dari isu nasional dan daerah. Sejumlah isu daerah yang disorot ialah sikap arogansi Kapolsek Mentaya Hulu dan sejumlah kasus pembunuhan di daerah ini yang belum tuntas.
"Kami apresiasi adik-adik yang telah melihat situasi kondisi di negara kita yang terjadi akhir-akhir ini. Terkait dengan tuntutan kami siap untuk bersepakat hari ini, poin pertama memanggil kapolres syukur hari ini sudah hadir bersama," kata Ketua DPRD Kotim Rimbun, Senin, 1 September 2025.
Poin berikutnya Rimbun menyebut akan ditanggapi oleh Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain
"Kami DPRD Kotim berjumlah 40 orang dari dapil masing-masing, ada 5 dapil. Kami selama ini mejalankan tugas sesuai tupoksi. Jika ada kekurangan-kekurangan kami mohon kritikannya kami akan evaluasi," imbuhnya.
Ia memastikan seluruh Anggota DPRD Kotim tetap berada di depan untuk kepentingan masyarakat di Bumi Habaring Hurung.
"Beberupa poin yang disampaikan kami akan teruskan baik ke provinsi maupun ke pusat, kami meminta perwakilan dan kami fasilitasi ke tingkat lebih atas," katanya.
Terkait Undang-undang perampasan aset, pihaknya siap menyampaikan ke DPRD Provinsi dan DPR RI. (DEWI PATMALASARI/R)









