BORNEONEWS, Sampit - Aliansi mahasiswa dan masyarakat Kabupaten Kotawaringin Timur meminta aparat kepolisian untuk mengusut secara tuntas semua kasus pembunuhan yang tidak ada kejelasan selama bertahun-tahun.
Hal itu mereka sampaikan saat menggelar aksi damai di depan Kantor DPRD Kotim pada Senin, 1 September 2025. Salah satu tuntutan yang mereka sampaikan yakni meminta aparat kepolisian untuk mengusut tuntas kasus pembunuhan yang ada di Kotim yang belum tuntas.
Kasus pembunuhan itu diantaranya :
1. Kasus pembunuhan Saprudiansyah alias udin di Jalan Kapuas, Kecamatan Baamang
2. Kasus pembunuhan Aliansyah di Gang. Rahim 4, Kecamatan MB Ketapang
3. Kasus pembunuhan Edmondus di Desa Gunung Makmur, Kecamatan Antang Kalang.
4. Kasus pembunuhan Hotma Hutahuruk di Jalan Pelita Barat, Kecamatan MB Ketapang.
5. Kasus pembunuhan Wahab di Desa Satiruk, Kecamatan Pulau Hanaut.
6. Kasus pembunuhan Lina alias Angel.
7. Kasus pembunuhan Abdul Haris di Jalan Cristopel Mihing, Kecamatan Baamang.
Beberapa tuntutan tersebut meraka sampaikan langsung di depan Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain yang hadir langsung menemui massa aksi.
Kapolres Kotim menyambut dengan baik kehadiran dan tuntutan aksi massa di depan Kantor DPRD Kotim, serta akan menindak lanjuti tuntutan yang telah di sampaikan.
"Saya mengucapkan terima kasih kapada para mahasiswa dan masyarakay yang sudah menyampaikan aspirasinya dengan damai, tentunya kami akan menindak lanjuti tuntutan yang telah di sampaikan," kata Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain. (BUDDI RAHMAT H/R)









