BORNEONEWS, Palangka Raya - Kinerja ekspor Kalimantan Tengah pada periode Januari hingga Juli 2025 tercatat mencapai US$2.035,80 juta. Meski angka tersebut menunjukkan penurunan sebesar 16,07 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Tengah menilai tren ekspor masih menunjukkan ketahanan yang positif di tengah dinamika global.
Kepala BPS Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, menjelaskan bahwa penurunan ekspor secara kumulatif lebih dipengaruhi oleh fluktuasi harga komoditas unggulan dan penyesuaian pasar internasional.
“Namun, jika kita lihat secara bulanan, ekspor pada Juli 2025 justru mengalami kenaikan signifikan sebesar 24,29 persen dibandingkan Juli tahun lalu, yakni mencapai US$336,69 juta,” kata Agnes dalam siaran pers pada Senin, 1 September 2025.
Di sisi lain, nilai impor Kalimantan Tengah selama Januari-Juli 2025 tercatat sebesar US$19,02 juta, mengalami penurunan tajam sebesar 49,66 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024. Penurunan ini mencerminkan efisiensi penggunaan bahan baku dan peningkatan substitusi produk lokal dalam proses produksi.
Agnes menambahkan bahwa nilai impor pada Juli 2025 juga turun sebesar 45,48 persen dibandingkan Juli 2024, dengan total impor bulan tersebut mencapai US$2,05 juta.
“Penurunan impor ini turut berkontribusi pada penguatan neraca perdagangan daerah,” katanya.
Dengan ekspor yang tetap tinggi dan impor yang menurun drastis, neraca perdagangan luar negeri Kalimantan Tengah selama Januari-Juli 2025 mencatat surplus sebesar US$2.016,78 juta. Surplus ini menjadi indikator positif bagi stabilitas ekonomi daerah dan daya saing produk Kalimantan Tengah di pasar global.
BPS Kalimantan Tengah menekankan pentingnya diversifikasi komoditas ekspor dan penguatan industri hilir agar tren surplus ini dapat dipertahankan.
“Kami berharap capaian ini menjadi motivasi bagi pelaku usaha dan pemerintah daerah untuk terus memperkuat struktur ekonomi berbasis ekspor,” tutur Agnes. (TESTI PRISCILLA/j)









