PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Tingkat penghunian kamar atau TPK hotel berbintang di Kalimantan Tengah pada Juli 2025 menunjukkan tren positif dengan capaian sebesar 50,54 persen. Angka ini mengalami kenaikan signifikan sebesar 4,60 poin dibandingkan bulan sebelumnya. Sementara itu, TPK hotel non bintang juga mencatatkan kenaikan meski lebih moderat, yakni sebesar 0,39 poin menjadi 23,30 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, menjelaskan bahwa peningkatan TPK hotel berbintang mencerminkan adanya pergerakan wisatawan dan kegiatan ekonomi yang lebih aktif selama bulan Juli.

“Kenaikan ini menunjukkan adanya peningkatan mobilitas masyarakat, baik untuk keperluan bisnis maupun wisata,” kata Agnes dalam siaran persnya pada Senin, 1 September 2025.

Namun, jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, TPK hotel berbintang justru mengalami penurunan sebesar 6,01 poin. Sebaliknya, hotel non bintang mencatatkan kenaikan tipis sebesar 0,54 poin. Perbedaan tren ini menunjukkan adanya pergeseran preferensi atau dinamika pasar yang perlu dicermati lebih lanjut oleh pelaku industri perhotelan.

Dari sisi jumlah tamu, hotel berbintang menerima sebanyak 47.564 orang selama Juli 2025. Angka ini naik 13,55 persen dibandingkan bulan sebelumnya, menandakan peningkatan signifikan dalam okupansi.

“Lonjakan jumlah tamu ini menjadi indikator positif bagi sektor jasa akomodasi,” tambah Agnes.

Hotel non bintang juga mengalami peningkatan jumlah tamu, meski tidak sebesar hotel berbintang. Tercatat sebanyak 96.167 orang menginap di hotel non bintang selama Juli 2025, naik 5,31 persen dari bulan sebelumnya. Kenaikan ini menunjukkan bahwa segmen hotel dengan tarif lebih terjangkau tetap memiliki daya tarik tersendiri di tengah dinamika ekonomi.

Agnes Widiastuti menekankan pentingnya data ini sebagai acuan bagi pemerintah daerah dan pelaku usaha dalam merancang strategi pengembangan sektor pariwisata dan perhotelan.

“Kami berharap data ini dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas layanan dan daya saing industri akomodasi di Kalimantan Tengah,” tuturnya. (TESTI PRISCILLA/j)