BORNEONEWS, Palangka Raya - Massa yang tergabung dalam Aliansi Gerakan September Hitam tiba di depan kantor DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Jalan S Parman, Kelurahan Langkai, Kecamatan Pahandut, Palangka Raya, pada pukul 13.30, Senin, 1 September 2025.
Kedatangan mereka merupakan bagian dari aksi unjuk rasa yang telah direncanakan sebelumnya.
Sebelum menuju kantor DPRD Kalteng, massa melakukan konsolidasi di depan Kantor TVRI Kalteng, Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Menteng, Kecamatan Jekan Raya, Palangka Raya. Konsolidasi dimulai sejak pukul 11.00 WIB, di mana mereka mempersiapkan diri dan menyatukan tujuan aksi.
Dalam aksi ini, Aliansi Gerakan September Hitam tampil kompak dengan mengenakan pakaian serba hitam, mulai dari baju hingga celana. Mereka juga membawa bendera gabungan dari berbagai organisasi, mulai dari GMNI hingga BEM UPR, sebagai simbol persatuan dalam menyampaikan aspirasi.
"Kami datang ke sini untuk bertemu dengan Ketua DPRD Kalteng. Karena kami sudah sampai di depan rumah kita, DPRD Kalteng," ujar salah seorang orator dari atas mobil komando.
Pernyataan ini menegaskan tujuan utama kedatangan mereka, yaitu berdialog langsung dengan pimpinan dewan.
Massa aksi memberikan waktu 3 x 3 menit kepada Ketua DPRD Kalteng untuk keluar dan menemui mereka. Mereka berharap dapat berinteraksi langsung dan menyampaikan tuntutan secara terbuka.
"Kami sudah menyampaikan surat sejak lama agar bisa bertemu dengan Ketua DPRD Kalteng untuk menyampaikan tuntutan," lanjut orator tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, massa masih enggan menyampaikan secara detail tuntutan mereka sebelum bertemu langsung dengan Ketua DPRD Kalteng. Mereka bahkan berencana untuk menerobos masuk ke dalam kantor DPRD Kalteng jika tuntutan mereka tidak diindahkan. (PATHUR/j)









