PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun – Suasana semarak tampak di Desa Sebuai, Kecamatan Kumai saat ratusan warga mengikuti kegiatan jalan sehat dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80.

Uniknya, kegiatan kali ini tidak hanya diwarnai keceriaan, tetapi juga orasi damai yang disuarakan generasi muda desa.

Kepala Desa Sebuai, Tohari, menyebutkan bahwa jalan sehat menjadi agenda rutin tahunan untuk memperkuat kebersamaan antara masyarakat dan pemerintah desa.

Namun, tahun ini ada hal berbeda. Generasi muda diberikan ruang untuk menyampaikan aspirasi damai melalui tulisan yang dibentangkan sepanjang kegiatan.

“Untuk kegiatan jalan sehat tahun ini agak beda dengan tahun-tahun sebelumnya, dimana peserta dari generasi muda Desa Sebuai menyampaikan aspirasi damai perihal perkembangan situasi yang terjadi saat ini. Kami pun memberikan ruang bagi generasi muda untuk menyampaikan aspirasi damai,” ujar Tohari, Senin,1 September 2025.

Menurutnya, orasi yang disampaikan bukan sekadar keluhan, melainkan kritik konstruktif dan masukan yang disampaikan dengan cara positif.

Tulisan-tulisan itu antara lain berbunyi “Turunkan Harga BBM”, “Berikan Keadilan untuk Affan Kurniawan”, “Fasilitas Kesehatan Gratis untuk Semua”, hingga “Tegakkan Hukum Seadil-adilnya”.

Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah seruan keadilan atas meninggalnya Affan Kurniawan, seorang driver ojek online yang menjadi korban peristiwa tragis pada 28 Agustus 2025 lalu. Dukungan itu menjadi simbol solidaritas warga Sebuai terhadap sesama.

“Jumlah warga Desa Sebuai sekitar 800 jiwa dan sebagian besar bekerja sebagai pekebun, petani, dan nelayan. Aspirasi damai yang disampaikan ini hal positif demi kemajuan desa Sebuai, termasuk dukungan agar pelaku yang menyebabkan meninggalnya Affan Kurniawan mendapatkan sanksi seadil-adilnya,” jelas Tohari.

Selain keadilan hukum, tuntutan terkait fasilitas kesehatan gratis juga mengemuka. Menurut Tohari, hal itu sejalan dengan harapan masyarakat akan hadirnya layanan publik yang lebih berpihak pada rakyat kecil.

“Pada dasarnya dengan sumber daya alam yang melimpah dan pendapatan pajak dari rakyat, rasanya sangat masuk akal apabila fasilitas kesehatan atau pengobatan gratis bisa diberikan kepada seluruh lapisan masyarakat. Hal tersebut sesuai dengan program visi misi Gubernur Kalimantan Tengah,” lanjutnya.

Jalan sehat yang biasanya identik dengan hadiah hiburan dan kebersamaan, di Desa Sebuai justru menjadi wadah ekspresi aspirasi damai. Nuansa itu semakin memperkuat semangat nasionalisme sekaligus kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Bagi Tohari, kegiatan sederhana ini menunjukkan bahwa warga desa tidak apatis terhadap persoalan bangsa. Justru dari pelosok desa, suara aspirasi bisa lahir dengan cara damai, sopan, dan penuh tanggung jawab.

“Semangat gotong royong dan kepedulian itu yang ingin terus kita jaga. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini bisa menginspirasi desa-desa lain,” pungkasnya. (DANANG/j)