BORNEONEWS, Gorontalo - Menpora Imam Nahrawi menilai Gorontalo berpotensi besar dan luar biasa untuk menjadi pelopor Kota Layak Pemuda yang memadai. Penilaian itu mengemuka saat Menpora membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Pengukuhan Purna Paskibraka Indonesia (PPI) di Rumah Dinas Gubernur Gorontalo, Jumat (4/11/2016) malam.
"Saya rasa Gorontalo memiliki potensi menjadi Kota Layak Pemuda nantinya seluruh kegiatan pemuda baik kebijakan, anggaran, regulasi dan pengawasan menjadi fokus tidak hanya PPI, tapi seluruh kalangan pemuda menjadi perhatian serius karena pemuda sebagai generasi penerus bangsa," harap Menpora Imam Nahrawi, yang dalam kegiatan itu didampingi Plt Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Jonni Mardizal, Asdep Pengelolaan Olahraga Rekreasi Hamka Hendra Noer, bersama Ketua Umum Purna Paskibraka Indonesia Gousta Feriza, Sekda Provinsi Gorontalo, Winarni Monoarfa dan Wakil Bupati Gorontalo, Pohuwato.
Imam menyampaikan pihaknya sedang berkonsentrasi pada persoalan narkoba. Narkoba saat ini sudah masuk ke tempat-tempat pendidikan dan akan menjadi ancaman luar biasa. Karena itu, ia berharap PPI tidak menjadi target narkoba dan terus kuat perang terhadap narkoba.
"Saya bersyukur aparat hukum cepat respon untuk memberikan efek jera pelaku dan bandar narkoba. Saya harap di Rakernas ini akan ada rekomendasi yang dapat ditindaklanjuti, juga PPI menjadi pelopor tumbuhkembangnya industri kreatif pemuda di Indonesia," ujar Menpora dalam rilis Kemenpora, yang diterima Sabtu (5/11/2016).
Menpora mengungkapkan, anak muda harus didorong menjadi generasi mandiri. Karena Indonesia butuh pemuda yang nekad tapi konstruktif, inovatif dan kreatif agar dapat menjadi pengusaha dan saudagar besar sehingga mampu mengurangi pengangguran di tanah air.
"Saya ingin punya potret dari salah satu program unggulan Kemenpora seperti Paskibraka ini mempunyai output yang dapat mereka lakukan di tengah masyarakat, juga selaku agen muda Kemenpora di daerah," urai Menteri asal Bangkalan, Madura ini.
Imam Nahrawi berharap para pemuda mampu menjaga dan melestarikan kearifan lokal di masa mendatang, karena tantangan ke depan sangat luar biasa. Ia berharap para pemuda mampu berpikir global tetapi jangan sampai melupakan jatidiri, budaya dan olahraga budaya asli bangsa.
Sebelumnya Ketum PPI, Gousta Feriza menyampaikan Rakernas ini diisi seminar yang langsung diarahkan dari pihak Kemenpora. Rakernas dihadiri utusan 30 provinsi dari seluruh penjuru nusantara, dengan mengusung tema Bekerja dan Berkarya Nyata Untuk Indonesia.
"Kami harap sinergitas yang telah terjalin dapat terus ditingkatkan baik di pusat hingga kabupaten/kota agar keberadaan PPI berarti bagi bangsa dan negara," ujar Gousta.
Sekda Provinsi Gorontalo, Winarni Monoarfa menyampaikan terimakasih atas kehadiran Menpora yang kedua kalinya di Gorontalo. Sebagai provinsi ke-32 di Indonesia, kata dia, sebuah kepercayaan luar biasa Rakernas PPI dilaksanakan di Kota Serambi Madinah ini. "Kami mendukung pelaksanaan ini karena pemuda adalah sebuah semangat untuk percepatan pembangunan daerah utamanya di sektor kepemudaan."
Winarni mengemukakan, di bidang olahraga, sepak takraw adalah olahraga di masyarakat Gorontalo yang mendapatkan penghargaan dan prestasi nasional. "Kami siap apabila akan menjadi tuan rumah event nasional yang lainnya." (KEMENPORA/ben/N).








