BORNEONEWS, Sampit - Seorang pria berinisial SO penumpang kapal KM. Dharma Rucitra VI tujuan Sampit - Semarang nekat melakukan aksi melompat ke laut dari atas kapal pada, Senin, 2 September 2025.
Menurut informasi yang didapat korban nekat melompat ke laut karena depresi setelah ditinggal sang istri meninggal. Sebelum, melompat ke laut korban mendapat perawatan oleh mentri kapal karena mengamali kesakitan.
"Informasi dari keluarga korban yang bersangkutan memiliki riwayat depresi karena di tinggal istrinya meninggal dunia. Pihak keluarga juga bingung pulangnya ke Semarang tidak ke Surabaya," kata Hendrik Sugiharto manager DLU Sampit, 2 September 2025.
Korban merupakan warga asli Kupang, Nusa Tenggara Timur. Namun memiliki keluarga di Kota Surabaya. Hal tersebut membuat keluarga korban menjadi bingung lantaran korban berangkat dengan tujuan Semarang tidak ke Surabaya.
"Di Surabaya ada kakak korban, yang saat ini sudah kita informasikan, dan keluarga korban menerima kejadian ini," jelasnya.
Hingga saat ini tim gabungan dari Basarnas, TNI AL dan Polair Polres Kotim masih terus berupaya mencari keberadaan korban setelah melompat ke laut dari atas kapal.
Posisi korban lompat ke laut di 03°18.087'E/113°05.295'E dengan jarak kurang lebih 15 mil dari OB Sampit. (BUDDI RAHMAT H/R)









