BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya berkomitmen untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat, khususnya melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), dalam upaya menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok agar tetap terkendali dan terjangkau bagi masyarakat.
Hal ini diungkapkan oleh Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin sebagai langkah antisipatif terhadap potensi lonjakan harga.
Fairid menjelaskan bahwa sinergi antara Pemko Palangka Raya dan pemerintah pusat sangat penting dalam mengatasi berbagai tantangan ekonomi, termasuk inflasi.
"Kami menyadari bahwa pengendalian inflasi membutuhkan kerjasama yang solid antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Melalui TPID, kami akan terus berkoordinasi dan bertukar informasi untuk mengambil langkah-langkah yang tepat," ujarnya, Rabu, 3 September 2025.
Fairid menambahkan bahwa Pemko Palangka Raya telah menyiapkan berbagai strategi untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok.
"Kami akan terus memantau perkembangan harga di pasar, melakukan operasi pasar jika diperlukan, serta memastikan kelancaran distribusi barang," katanya.
Selain itu, Fairid juga mengajak masyarakat untuk bijak dalam berbelanja dan tidak melakukan panic buying.
Ia mengimbau masyarakat untuk membeli kebutuhan pokok sesuai dengan kebutuhan saja. Jangan panik dan menimbun barang, karena hal itu justru dapat memicu kenaikan harga.
Fairid juga menekankan pentingnya peran serta seluruh elemen masyarakat dalam menjaga stabilitas harga.
Fairid mengajak para pedagang untuk tidak menaikkan harga secara tidak wajar. Mari bersama-sama menjaga stabilitas harga agar semua masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokoknya.
Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat, Fairid optimis Palangka Raya dapat mengatasi tantangan inflasi dan menjaga kesejahteraan masyarakat.
"Kami berkomitmen untuk terus bekerja keras demi mewujudkan Palangka Raya yang lebih baik," pungkasnya. (PATHUR/R)









