SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Pencarian terhadap penumpang KM. Dharma Rucitra yang melompat dari atas kapal di muara sungai teluk Sampit masih terus di lakukan oleh tim gabungan dari Basarnas, BPBD Kotim, TNI AL dan Kepolisian.

Multazam Kepala BPBD Kotim mengatakan di hari ketiga yakni Rabu, 3 September 2025, pihaknya meminta bantuan masyarakat sekitar pesisir untuk mencari korban.

"Hari ini kita menyebarkan informasi kepada komunitas masyarakat di pesisir laut ujung pandaran, serta mencoba meminta bantuan dari mereka," kata Multazam Kepala BPBD Kotim, Rabu, 3 September 2025.

Memasuki hari ketiga ini, korban berinisial SO warga Kupang, NusaTenggara Timur (NTT) belum di temukan setelah nekar melompat dari atas KM. Dharma Rucitra VI tujuan Sampit - Semarang.

Diberitakan sebelumnya, korban nekat melompat ke laut karena depresi setelah ditinggal sang istri meninggal dunia. Sebelum, melompat ke laut korban mendapat perawatan oleh mentri kapal karena mengamali kesakitan.

"Informasi dari keluarga korban yang bersangkutan memiliki riwayat depresi karena di tinggal istrinya meninggal dunia. Pihak keluarga juga bingung pulangnya ke Semarang tidak ke Surabaya," kata Hendrik Sugiharto manager DLU Sampit, 2 September 2025.

Posisi korban lompat ke laut di 03°18.087'E/113°05.295'E dengan jarak kurang lebih 15 mil dari OB Sampit. (BUDDI RAHMAT H/j)