PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Laboratorium Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palangka Raya melakukan pengambilan sampel uji air limbah dan pengukuran tingkat kebisingan di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Bunda Kota Palangka Raya.

Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan RSIA Bunda telah mengelola limbah dan kebisingan sesuai dengan standar yang ditetapkan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Laboratorium Lingkungan DLH Palangka Raya, Anastavia Oktavianti, menjelaskan bahwa pengambilan sampel dan pengukuran ini merupakan bagian dari pengawasan rutin yang dilakukan oleh DLH terhadap berbagai kegiatan yang berpotensi mencemari lingkungan.

"Kami secara berkala melakukan pengujian kualitas lingkungan di berbagai tempat, termasuk rumah sakit, untuk memastikan tidak ada dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat," ujarnya, Rabu, 3 September 2025.

Anastavia menambahkan bahwa air limbah dari rumah sakit mengandung berbagai zat yang berbahaya jika tidak diolah dengan benar.

"Air limbah rumah sakit dapat mengandung bakteri, virus, dan bahan kimia yang berbahaya. Oleh karena itu, pengolahan air limbah harus dilakukan dengan benar agar tidak mencemari lingkungan," katanya.

Selain air limbah, kebisingan juga menjadi perhatian DLH,kebisingan yang berlebihan dapat mengganggu kesehatan, terutama bagi pasien yang sedang dirawat di rumah sakit. Oleh karena itu, pihaknya juga melakukan pengukuran tingkat kebisingan untuk memastikan tidak melebihi ambang batas yang ditetapkan.

Anastavia berharap, hasil pengujian ini dapat menjadi masukan bagi RSIA Bunda untuk terus meningkatkan pengelolaan lingkungan.

"Jika hasil pengujian menunjukkan adanya pelanggaran, kami akan memberikan rekomendasi perbaikan. Kami berharap RSIA Bunda dapat segera melakukan perbaikan agar tidak mencemari lingkungan," ujarnya.

DLH Kota Palangka Raya berkomitmen untuk terus melakukan pengawasan terhadap kualitas lingkungan di seluruh wilayah Kota Palangka Raya.

"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan dan mengurangi penggunaan bahan-bahan yang berbahaya bagi lingkungan," pungkas Anastavia. (PATHUR/j)