BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Tjilik Riwut Palangka Raya mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem di sebagian besar wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) dalam periode 3 hingga 9 September 2025.
Prakirawan cuaca, Lian Adriani, menjelaskan bahwa kondisi cuaca umumnya berawan hingga hujan ringan, namun terdapat potensi hujan sedang hingga lebat di sebagian besar wilayah Kalteng.
Suhu udara diperkirakan berkisar antara 22°C hingga 33°C, dengan kelembaban udara antara 65 hingga 100 persen. Angin umumnya bertiup dari Timur Laut – Barat dengan kecepatan 5 – 15 Kilometer per jam.
Wilayah yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir/kilat dan angin kencang meliputi Kotawaringin Barat, Sukamara, Lamandau, Kotawaringin Timur, Seruyan, Katingan, Gunung Mas, Murung Raya, Barito Utara, Barito Selatan, Barito Timur, Kapuas, Pulang Pisau, dan Palangka Raya.
Selain itu, BMKG juga memprediksi prospek tinggi gelombang mingguan di wilayah Perairan Selatan Kalimantan Tengah berpotensi sekitar 0.5 – 2.0 meter (Rendah - Sedang)
Masyarakat diimbau untuk waspada terhadap potensi hujan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir/kilat dan angin kencang di sebagian besar wilayah Kalteng.
"Juga diwaspadai potensi hujan lokal intensitas sedang hingga lebat dengan durasi singkat yang dapat disertai petir/kilat dan angin kencang ataupun angin puting beliung," katanya Rabu, 3 September 2025.
BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati terhadap dampak bencana yang ditimbulkan seperti genangan air, banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang. Selain itu, diwaspadai adanya pertumbuhan awan konvektif (awan Cumulonimbus) yang dapat berpotensi hujan sedang hingga lebat, dan menimbulkan angin kencang, serta menambah tinggi gelombang di wilayah Pesisir dan Perairan Selatan Kalimantan Tengah.
"Masyarakat juga diimbau untuk mewaspadai potensi kemudahan terjadinya kebakaran hutan dan lahan dan tidak melakukan pembakaran lahan untuk tujuan apapun," pungkasnya. (PATHUR/j)









