PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya menyatakan bahwa kondisi wilayah Kota Palangka Raya saat ini relatif aman dari potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Hal ini disampaikan oleh Plt Kepala Pelaksana BPBD Palangka Raya, Hendrikus Satria Budi, berdasarkan hasil deteksi dini Pemetaan Risiko Berbasis Analisa Dini (PERISAI).

Hendrikus menjelaskan, data PERISAI pada tanggal 3 September 2025 menunjukkan tingkat kemudahan terbakar di seluruh lapisan atas permukaan tanah berada pada level rendah (berwarna biru). Kondisi ini disebabkan oleh curah hujan yang cukup tinggi di Kota Palangka Raya dalam beberapa waktu terakhir.

"Alhamdulillah, berkat hujan yang sering mengguyur, kondisi lahan di Palangka Raya saat ini cukup basah sehingga potensi terjadinya karhutla sangat kecil," ujar Hendrikus.

Meskipun demikian, Hendrikus tetap mengimbau masyarakat untuk tidak lengah dan tetap waspada terhadap potensi terjadinya karhutla. Ia mengingatkan bahwa meskipun tingkat kemudahan terbakar rendah, namun jika ada sumber api yang cukup besar, kebakaran tetap bisa terjadi.

"Kami tetap mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan, terutama saat kondisi angin kencang. Selain itu, jangan membuang puntung rokok sembarangan di tempat yang mudah terbakar," tegasnya.

Untuk memudahkan masyarakat dalam memantau informasi terkait potensi karhutla, Hendrikus menyarankan agar mengakses website BPBD Kota Palangka Raya di bpbd.palangkaraya.go.id/perisai.

"Di website tersebut, masyarakat dapat melihat peta PERISAI yang selalu diperbarui secara berkala," jelasnya.

BPBD Kota Palangka Raya berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan dan sosialisasi kepada masyarakat terkait pencegahan karhutla.

"Kami berharap dengan kerjasama yang baik antara pemerintah dan masyarakat, Kota Palangka Raya dapat terhindar dari bencana karhutla," pungkas Hendrikus. (PATHUR/j)