BORNEONEWS, Kuala Pembuang – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Seruyan terus berperan aktif dalam upaya pencegahan stunting di wilayah setempat.
Kepala DP3AP2KB Seruyan, Junaidi, menegaskan bahwa salah satu kunci penting dalam penanganan dan pencegahan stunting adalah dengan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai 4T.
“Untuk 4T sendiri, yaitu terlalu muda dalam menikah, terlalu tua dalam menikah, terlalu dekat jarak kelahiran anak, dan terlalu banyak anak,” katanya, Rabu, 3 September 2025.
Selain faktor pernikahan dan kelahiran, Junaidi juga menekankan pentingnya memperhatikan lingkungan dalam keluarga berisiko stunting (KRS). Ia menyebutkan bahwa akses terhadap air bersih dan ketersediaan jamban keluarga yang layak sangat berpengaruh dalam menekan kasus stunting.
“Karena stunting itu jika mengacu pada KRS juga harus memperhatikan lingkungannya, seperti sumber air bersih dan jamban keluarga,” tambahnya.
Melalui sosialisasi ini, DP3AP2KB Seruyan berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan, kebersihan lingkungan, serta perencanaan keluarga yang baik.
Dengan demikian, angka stunting di Kabupaten Seruyan dapat terus ditekan dan kualitas hidup masyarakat semakin meningkat. (FAHRUL/j)









