PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Anggota DPRD Palangka Raya, Rana Muthia Oktari, menyoroti maraknya praktik judi online yang kini merambah kalangan remaja dan pelajar. Menurutnya, fenomena ini harus menjadi perhatian serius semua pihak, karena dapat memberikan dampak buruk bagi masa depan generasi muda.

Rana menegaskan, salah satu langkah preventif yang dapat dilakukan adalah memberikan edukasi sejak dini mengenai bahaya judi online. Edukasi ini tidak hanya sebatas larangan, tetapi harus menyentuh aspek psikologis, sosial, hingga konsekuensi hukum yang bisa ditimbulkan.

“Pelajar adalah aset bangsa, mereka harus dijauhkan dari pengaruh negatif, termasuk judi online. Pemerintah, sekolah, orang tua, hingga masyarakat harus berkolaborasi memberikan pemahaman yang benar agar anak-anak tidak terjerumus,” ujarnya, Rabu, 3 September 2025.

Ia menilai, dampak dari judi online bukan hanya kerugian finansial, melainkan juga dapat merusak mental, menurunkan prestasi akademik, hingga memicu tindak kriminal. Karena itu, Rana berharap adanya program edukasi terpadu yang melibatkan Dinas Pendidikan, aparat penegak hukum, serta organisasi kepemudaan.

Selain itu, Rana juga mendorong agar sekolah lebih aktif dalam memberikan materi literasi digital, termasuk mengajarkan cara menggunakan internet secara sehat dan produktif. Menurutnya, dengan pemahaman yang benar, pelajar dapat membedakan mana penggunaan teknologi yang bermanfaat dan mana yang berpotensi merusak.

“Literasi digital menjadi kunci, agar anak-anak kita tidak hanya cakap teknologi, tetapi juga bijak dalam menggunakannya. Dengan begitu, mereka bisa lebih siap menghadapi berbagai tantangan di era digital ini,” tambahnya.

Tak hanya itu, Rana meminta peran aktif orang tua untuk mengawasi aktivitas anak-anak di dunia maya. Kontrol dan komunikasi yang baik dalam keluarga diyakini menjadi benteng utama dalam mencegah pelajar terjerumus dalam praktik judi online.

“Ini tanggung jawab kita bersama. Dengan kolaborasi semua pihak, kita bisa melindungi generasi muda dari ancaman serius ini,” tutup Rana. (MARINI/Y)