PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Anggota DPRD Palangka Raya, Sri Ani Rintuh, menyampaikan pentingnya pengawasan terhadap kelayakan halal produk makanan yang dihasilkan oleh pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) maupun Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Menurutnya, aspek halal bukan hanya menyangkut kepatuhan terhadap aturan agama, tetapi juga menjadi standar kualitas yang dapat meningkatkan kepercayaan konsumen.

Ia mengatakan, saat ini banyak produk UMKM yang berkembang pesat di Palangka Raya, terutama di sektor kuliner. Namun, belum semua pelaku usaha memiliki sertifikasi halal ataupun menjalankan standar produksi yang sesuai. Hal ini, kata Sri Ani, dapat menimbulkan keraguan di masyarakat, khususnya konsumen muslim yang ingin memastikan kehalalan makanan yang dikonsumsi.

“Pemerintah Kota harus hadir dalam melakukan pengawasan, pendampingan, sekaligus memfasilitasi pelaku usaha untuk mendapatkan sertifikasi halal. Ini penting agar produk makanan dari UMKM kita bisa bersaing di pasaran yang lebih luas,” ucapnya, Rabu, 3 September 2025.

Sri Ani menambahkan, kepastian halal juga akan membantu pelaku usaha meningkatkan daya jual produknya, baik di pasar lokal maupun regional. Dengan sertifikasi halal, produk makanan IKM dan UMKM tidak hanya memiliki nilai tambah, tetapi juga mampu menembus peluang pasar yang lebih besar, termasuk ekspor.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya edukasi bagi pelaku usaha terkait proses produksi yang sesuai dengan standar halal. Edukasi ini mencakup pemilihan bahan baku, proses pengolahan, hingga penyimpanan produk. Menurutnya, hal ini tidak bisa dibiarkan berjalan sendiri, tetapi harus mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah.

“Tidak sedikit pelaku UMKM yang belum paham bagaimana standar produksi halal. Jadi, peran Pemko melalui dinas terkait sangat penting untuk memberikan bimbingan teknis dan sosialisasi,” tambahnya.

Sri Ani juga menilai, pengawasan terhadap kelayakan halal produk makanan bisa menjadi bentuk perlindungan bagi konsumen sekaligus pembinaan bagi pelaku usaha. Dengan demikian, kualitas produk lokal semakin terjaga dan masyarakat merasa aman dalam mengonsumsi makanan yang beredar.

“Jika pengawasan dan pendampingan ini berjalan maksimal, saya yakin UMKM kuliner di Palangka Raya akan semakin maju dan dipercaya masyarakat. Hal ini tentu sejalan dengan upaya kita bersama dalam meningkatkan perekonomian daerah,” pungkasnya. (MARINI/y)