SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mencatat, pada Agustus 2025 terjadi inflasi year-on-year (y-on-y) di Sampit sebesar 2,40 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 107,50.

Kepala BPS Kotim, Eddy Surahman, menjelaskan bahwa inflasi y-on-y ini disebabkan oleh kenaikan harga pada sebagian besar kelompok pengeluaran. 

"Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran," ujarnya, Rabu, 3 September 2025.

Beberapa kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan signifikan antara lain, kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 3,19 persen, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,87 persen, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,84 persen.

Kemudian kelompok kesehatan sebesar 1,32 persen, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,55 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 5,60 persen dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 7,03 persen.

"Sementara  tingkat deflasi month-to-month (m-to-m) Sampit Agustus 2025 sebesar 0,28 persen dan tingkat inflasi year-to-date (y-to-d) Sampit Agustus 2025 sebesar 1,56 persen," ujarnya. 

Ia menambahkan data tersebut  memberikan gambaran tentang dinamika ekonomi di Sampit dan menjadi perhatian bagi pemerintah daerah dalam mengambil kebijakan yang tepat untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat. (DEVIANA/H)