BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pemasukan dari pengurusan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) menjadi penyumbang tertinggi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Kotawarimgin Barat (Kobar) dari sektor perizinan.

Dari IMB, Kantor Pelayanan Terpadu Perizinan (KPTP) Kobar mengumpulkan dana Rp2 miliar lebih. Angka itu meningkat sekitar 25% dari pengumpulan tahun sebelumnya yang hanya terkumpul Rp1,5 miliar.

Kepala KPTP Kabupaten Kobar, Amir Hadi mengungkapkan, setiap tahun pemasukan dari IMB memang terus mengalami peningkatan, sedangkan di sektor lain masih stabil.

Lanjut Amir Hadi, jika ditotal dari sektor lain, sampai dengan November 2016, yang berhasil dikumpulkan KPTP sebesar Rp3,6 miliar. Angka itu masih di bawah target yang ditetapkan yakni, Rp5 miliar.

"Dengan angka tersebut target PAD masih kurang banyak. Namun kami optimis bahwa sampai akhir bisa terlampaui dengan baik," tambahnya.

Untuk terus meningkatkan pendapatan dari sektor perizinan, KPTP Kabupaten Kobar terus melakukan terobosan sehingga masyarakat dapat mengurus izin dengan cara yang cepat, mudah dan transparan.

Menurutnya, dengan pelayanan yang baik membuat masyarakat semakin tergugah dalam mengurus perizinan. Dampak baiknya, dengan banyaknya masyarakat yang mengurus perizinan juga menjadikan PAD terus meningkat.

"Target PAD kita sekitar Rp5 miliar, sampai akhir bulan Oktober yang masuk sudah mencapai Rp3,6 miliar," ujarnya.

Sejauh ini, kata Amir Hadi, upaya sudah dilakukan untuk bisa mencapai target yakni dengan memberikan sosialisasi kepada masyarakat sampai dengan tingkat kecamatan. Hal ini supaya masyarakat tergugah mengurus perizinan.

"Pelayanan yang singkat, mudah dan transparan dilakukan untuk meminimalisir pungutan liar," terangnya. (FAHRUDDIN FITRIYA/m)