PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) telah menyiapkan lahan seluas 5,8 hektar untuk mendukung pembangunan Sekolah Rakyat (SR). Namun, realisasi pembangunan masih menunggu hasil verifikasi dari pemerintah pusat.

Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Kobar, Sanitro, menyampaikan bahwa program Sekolah Rakyat merupakan inisiatif pemerintah pusat untuk memberikan akses pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.

Menurutnya, keberadaan sekolah ini diharapkan mampu mengurangi angka putus sekolah sekaligus menciptakan pemerataan kualitas pendidikan.

“Kami masih menunggu hasil verifikasi dari Kementerian Sosial Republik Indonesia. Semua persyaratan sudah kita sampaikan, termasuk lahan seluas 5,8 hektar yang berada di Kelurahan Baru Gang Rerendi II, Kecamatan Arut Selatan,” ujar Sanitro, Kamis, 4 September 2025.

Sanitro menjelaskan, dalam proposal yang diajukan ke Kementerian Sosial, Pemkab Kobar mengusulkan pembangunan Sekolah Rakyat dengan kapasitas 9 rombongan belajar, mulai dari jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

“Untuk masing-masing rombongan belajar berjumlah 25 peserta. Program Sekolah Rakyat ini menargetkan pendidikan gratis bagi siswa dari keluarga miskin ekstrem. Dukungan sarana dan prasarana, termasuk asrama, juga harus disiapkan,” tambahnya.

Ia menyebutkan, biaya pembangunan Sekolah Rakyat akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah pusat, dengan estimasi anggaran mencapai Rp200 miliar.

Fasilitas yang akan dibangun pun lengkap, termasuk ruang belajar, asrama, serta penunjang pendidikan lainnya.

“Kabupaten Kobar merupakan salah satu kabupaten di Kalimantan Tengah yang diundang untuk pembahasan usulan Sekolah Rakyat. Sebagai tindak lanjut, pemerintah daerah sudah menyiapkan lahan. Pada prinsipnya, sesuai arahan Ibu Bupati, Pemkab Kobar menyambut baik kebijakan nasional ini, karena pembangunan Sekolah Rakyat menjadi wujud percepatan sektor pendidikan demi menciptakan generasi muda yang cerdas, unggul, dan berdaya saing,” pungkasnya. (DANANG/j)