BORNEONEWS, Kuala Kurun - Pemkab Gunung Mas melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) menggelar peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke 41 dan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-32 yang dilaksanakan di GPU Damang Batu, Kamis, 4 September 2025.
Tema perayaan HAN ke 41 dan Harganas ke-32 yakni Anak Terlindungi, Keluarga Kuat, Bersama Mewujudkan Indonesia Maju dan sub tema Gunung Mas Emas 2045 : Anak Hebat, Bebas Stunting Keluarga Berkualitas.
"Mari kita bersama-sama mewujudkan tema dan sub tema perayaan Hari Anak Nasional dan Hari Keluarga Nasional. Dengan kolaborasi dan sinergitas semua pihak, maka hal tersebut bisa terwujud," kata Jaya, Kamis, 4 September 2025.
Tidak hanya tumbuh menjadi anak yang cerdas dan sehat, namun kata Jaya juga mengajak semua pihak menjadikan anak Gunung Mas tumbuh dengan memiliki sikap, karakter dan daya saing yang bagus.
Untuk itu, pemenuhan hak-hak anak harus benar-benar dilindungi karena merekalah pemegang tongkat estafet perjuangan bangsa.
"SDM unggul kunci utama untuk menggapai Gunung Mas yang lebih maju, sejahtera dan bermartabat, menyambut Indoensia Emas 2045," ucap Jaya.
Sementara itu, Kepala DP2KBP3A Kabupaten Gunung Mas Rina Sari menjelaskan bahwa dilaksanakannya perayaan HAN dan Harganas ini yakni untuk meningkatkan motivasi partisipasi dan pemahaman stakeholder dan mitra pendukung terhadap penyelarasan program pembangunan keluarga serta pencegahan dan percepatan penurunan stunting.
"Kemudian untuk memperkuat sinergi pemerintah daerah dengan lintas instansi dalam menyelaraskan program dan kegiatan yang mendukung visi misi serta lima Program Tambun Bungai," jelas Rina.
Pada kesempatan tersebut, dilaksanakan pula pelayanan KB gratis kepada masyarakat Gunung Mas yang tujuannya untuk mengendalikan kelahiran, pengaturan jarak kehamilan serta mencegah kehamilan yang tidak diinginkan.
Selain itu, dilaksanakan pula bazar UMKM yang menjual aneka makanan olahan seperti puding labu kuning, salad buah, jamu, berbagai jenis keripik lalu ada pula kerajinan tangan dan lainnya.
Kemudian ada pula pasar murah yang menjual bahan pokok seperti beras, minyak goreng, telur, bawang merah dan putih, ikan segar, berbagai jenis sayur, dan lainnya. (RISKA YULYANA/y)









