PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Palangka Raya tidak hanya memberikan dampak positif bagi kesehatan dan gizi anak-anak, tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan memberdayakan ekonomi masyarakat setempat.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya Jayani melalui Sekretarisnya, Aprae Vico Ranan.

Menurut Aprae Vico Ranan, program MBG melibatkan petani, nelayan, peternak, dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai pemasok bahan baku untuk dapur Sentra Produksi Pangan Gizi (SPPG) di Kota Palangka Raya.

Dengan demikian, program ini memberikan kesempatan ekonomi yang signifikan bagi masyarakat lokal.

Saat ini, terdapat 13 SPPG yang telah beroperasi di Kota Palangka Raya. Setiap SPPG mempekerjakan sekitar 50 tenaga kerja, yang terdiri dari 1 Kepala SPPG, 1 akuntan, 1 ahli gizi, dan 47 relawan. Total, program ini telah menciptakan 650 lapangan kerja di 13 SPPG yang ada.

"Program Makan Bergizi Gratis ini bukan hanya tentang memberikan makanan bergizi kepada anak-anak kita, tetapi juga tentang bagaimana kita memberdayakan masyarakat dan menciptakan lapangan kerja," ujar Aprae Vico Ranan, Kamis, 4 September 2025.

Lebih lanjut, Aprae Vico Ranan menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Palangka Raya berencana untuk menambah jumlah SPPG menjadi 19 unit. Saat ini, rencana tersebut masih dalam tahap verifikasi.

Dengan penambahan SPPG, diharapkan akan semakin banyak lapangan kerja yang tercipta dan semakin banyak UMKM yang terlibat dalam program ini.

Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu upaya Pemerintah Kota Palangka Raya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak dini.

"Dengan memberikan makanan bergizi secara gratis kepada anak-anak, diharapkan mereka dapat tumbuh dan berkembang secara optimal, serta memiliki daya saing yang tinggi di masa depan," pungkasnya. (PATHUR/H)