PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Rapat koordinasi antara Badan Usaha dan Aset atau BUA Gereja Kalimantan Evangelis atau GKE, Koperasi BUA GKE, dan YPTKES GKE digelar untuk membahas perkembangan proyek pembangunan perumahan di Jalan RTA Milono. Proyek ini merupakan hasil kerja sama strategis antar lembaga internal GKE yang bertujuan menyediakan hunian layak bagi masyarakat sekaligus memperkuat unit usaha koperasi.

Ketua Koperasi BUA GKE, Thomas Malinton Sera, ST., dalam laporannya menyampaikan bahwa pembangunan berjalan sesuai rencana. Hingga saat ini, telah berdiri lima unit rumah dengan tipe 36 dan tipe 45. Selain itu, proses konstruksi tengah berlangsung untuk 15 unit tambahan yang diharapkan rampung dalam waktu dekat.

Sementara itu, Ketua BUA GKE, Rawing Rambang, menyampaikan optimisme terhadap capaian proyek ini. Ia menargetkan bahwa sebelum pertengahan tahun 2026, sebanyak 90 unit rumah akan selesai dibangun.

“Kami berharap pembangunan ini dapat memenuhi kebutuhan masyarakat, baik dengan tipe 36, tipe 45, maupun tipe lainnya sesuai permintaan,” kata Rawing pada Kamis, 4 September 2025.

Rawing menekankan bahwa proyek ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan bagian dari visi pelayanan GKE dalam meningkatkan kesejahteraan umat dan masyarakat luas. Ia menyebut bahwa unit usaha koperasi harus menjadi motor penggerak ekonomi yang membawa terang dan harapan di tengah komunitas.

Selain aspek teknis, rapat juga membahas strategi penguatan kelembagaan koperasi agar mampu mengelola proyek secara berkelanjutan. Dukungan dari YPTKES GKE dinilai penting dalam hal pengelolaan sumber daya dan pendampingan manajerial agar pembangunan berjalan efisien dan akuntabel.

Dengan semangat kolaborasi dan pelayanan, BUA GKE berharap proyek perumahan ini menjadi model pengembangan aset gereja yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Kami ingin pembangunan ini makin maju, berkembang, dan membawa kesejahteraan. Ini bukan hanya tentang rumah, tapi tentang harapan,” tutur Rawing Rambang. (TESTI PRISCILLA/j)