PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia atau GAPKI Cabang Kalimantan Tengah menegaskan komitmennya dalam mendukung program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika atau P4GN yang digagas oleh Badan Narkotika Nasional atau BNN. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Eksekutif GAPKI Kalteng, Rawing Rambang, saat mewakili Ketua GAPKI dalam rapat koordinasi yang digelar di Aula Kantor BNN Kalimantan Tengah.

Rapat tersebut dihadiri oleh berbagai unsur, mulai dari perwakilan dinas instansi pemerintah, perguruan tinggi, lembaga swadaya masyarakat, hingga para pelaku usaha. Dalam forum tersebut, Rawing Rambang menyampaikan bahwa GAPKI Kalteng mendukung program P4GN dan siap berkolaborasi dengan semua pihak demi menciptakan lingkungan kerja dan masyarakat yang bebas dari narkoba.

“Program ini tidak akan berhasil tanpa sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha. GAPKI Kalteng telah menjalin kerja sama dengan BNN dalam berbagai kegiatan pencegahan, seperti tes narkoba rutin dan penyuluhan kepada para pekerja tentang bahaya narkotika,” ujar Rawing Rambang pada Kamis, 4 September 2025.

Ia menambahkan bahwa sektor perkebunan kelapa sawit memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran kolektif terhadap bahaya narkoba, terutama di wilayah pedesaan dan perbatasan yang rentan terhadap peredaran gelap. Oleh karena itu, GAPKI terus mendorong anggotanya untuk aktif dalam kampanye anti-narkoba dan memperkuat sistem pengawasan internal.

Rawing juga menyoroti data BNN tahun 2019 yang mencatat prevalensi penyalahgunaan narkoba di Kalimantan Tengah mencapai 0,4 hingga 0,5 persen.

“Angka ini mungkin terlihat kecil, tetapi dampaknya sangat besar terhadap produktivitas dan keamanan sosial. Kita tidak boleh lengah,” tegasnya.

Dengan semangat kolaborasi, GAPKI Kalteng berharap program P4GN dapat berjalan secara berkelanjutan dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat.

“Kami percaya bahwa dengan komitmen bersama, Kalimantan Tengah bisa menjadi wilayah yang tangguh dan bersih dari narkoba,” tutur Dosen Universitas Kristen Palangka Raya ini. (TESTI PRISCILLA/j)