KUALA KURUN –

BORNEONEWS, Kuala Kurun - Anggota DPRD Gunung Mas Cici Susilawati menyambut baik dilaksanakannya Operasi Aman Nusa I yang dilaksanakan oleh tim gabungan TNI, Polri, Satpol PP dan BPBD untuk menjaga kamtibmas.

Menurut Cici, ini penting untuk menjaga ketertiban dan mencegah hal-hal yang dapat memecah persatuan masyarakat di Kabupaten Gunung Mas.

“Kami berharap melalui operasi ini, seluruh elemen masyarakat bisa bersatu padu menjaga persatuan dan kesatuan,” ujarnya, Jumat, 5 September 2025.

Cici juga mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi-informasi yang tidak lengkap yang dapat menimbulkan keresahan.

“Informasi yang tidak jelas bisa menimbulkan perpecahan, dan gejolak di amsyarakat , oleh karena itu kita harus bijak dalam menerima dan menyebarkan berita,” tambahnya.

Dengan adanya Operasi Aman Nusa I, diharapkan situasi di Kabupaten Gunung Mas tetap aman dan harmonis, sehingga pembangunan dan kesejahteraan masyarakat dapat terus berjalan dengan baik.

"Kami berharap operasi ini bisa mencegah adanya gejolak atau konflik sosial serta menangkal oknum yang memprovokasi menciptakan kekacauan," ujarnya. 

Untuk diketahui, menindaklanjuti arahan dari Polda Kalimantan Tengah, Polres Gunung Mas bersama TNI dan instansi terkait menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Aman Nusa I Tahun 2025, Kamis, 4 September 2025.

"Operasi ini digelar serentak di seluruh jajaran Polda Kalteng sebagai langkah proaktif untuk menciptakan kondisi kamtibmas yang kondusif. Tujuannya adalah untuk menunjukkan kesiapan negara dalam menghadapi berbagai potensi gejolak," kata Kapolres Gunung Mas AKBP Heru Eko Wibowo.

Termasuk kata Kapolres penanganan konflik sosial, tindakan anarkis, dan dampak bencana alam. Operasi ini juga dirancang untuk menangkal upaya oknum-oknum tidak bertanggung jawab yang ingin memprovokasi dan menciptakan kekacauan.

Operasi Aman Nusa I akan dilaksanakan melalui serangkaian kegiatan terencana, meliputi sosialisasi dan penyuluhan kepada masyarakat, patroli bersama skala besar, serta penjagaan dan pengamanan di titik-titik vital.

Selain itu, sebagai bagian dari kesiapsiagaan, telah disusun rencana operasi, pelatihan, dan simulasi untuk meningkatkan kemampuan personel dalam menghadapi situasi darurat, serta memperkuat koordinasi antar instansi. (RISKA YULYANA/R)