PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong pertumbuhan Usaha Kecil, Menengah dan Koperasi atau UKMK berbasis kelapa sawit di Indonesia. Dalam ajang Indonesia Tourism & Trade Investment Expo 2025 yang digelar di Cihampelas Walk Bandung, BPDP tidak hanya menampilkan produk unggulan UMKM sawit, tetapi juga mengusung semangat inovasi dan keberlanjutan yang sejalan dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

Melalui booth interaktif yang berhasil meraih Juara 1 Stand Terbaik, BPDP menghadirkan beragam produk turunan kelapa sawit seperti Batik Sawit, oleo food, serta barang-barang e-katalog UMKM. Tak hanya itu, demo pembuatan makanan berbahan sawit dan edukasi manfaat produk sawit turut menjadi daya tarik utama. Kehadiran ini menjadi bukti bahwa kelapa sawit dapat diolah menjadi produk bernilai tambah yang ramah lingkungan dan berdaya saing tinggi.

Lebih dari sekadar pameran, BPDP memanfaatkan momentum ini untuk menegaskan arah kebijakan strategisnya: mendorong UKMK sawit agar tidak hanya fokus pada produksi primer, tetapi juga pada pemanfaatan limbah dan turunan sawit secara inovatif. Langkah ini dinilai penting dalam menciptakan ekosistem industri sawit yang berkelanjutan dan inklusif, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat di berbagai daerah.

Kepala Divisi Kerja Sama, Kemasyarakatan, dan UMKM BPDP, Helmi Muhansah, menyampaikan bahwa dukungan terhadap UKMK sawit merupakan bagian dari misi besar BPDP dalam memperluas informasi dan pemanfaatan kelapa sawit secara global.

“Kami aktif mendorong pengembangan produk turunan kelapa sawit melalui program pendampingan, pelatihan, dan promosi agar UKMK mampu menghasilkan produk inovatif dan berkelanjutan,” kata Helmi dalam rilisnya pada Jumat, 5 September 2025.

Komitmen BPDP ini sejalan dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya kemandirian bangsa melalui penguatan sektor industri strategis. Dengan mendorong praktik sawit berkelanjutan, BPDP turut berperan dalam mewujudkan ketahanan ekonomi nasional yang berbasis pada potensi lokal dan teknologi ramah lingkungan.

“Melalui pendekatan kolaboratif dan inovatif, BPDP berharap UKMK sawit Indonesia dapat menjadi pelopor dalam industri kreatif berbasis komoditas perkebunan,“ katanya lagi.

Tidak hanya memperkuat posisi Indonesia di pasar global, tetapi juga menciptakan dampak sosial dan ekonomi yang nyata bagi masyarakat, terutama di wilayah penghasil sawit. (TESTI PRISCILLA/j)