SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Insiden hilangnya seorang penumpang KM Dharma Rucitra VI jurusan Sampit-Semarang, Sefnat Onesimus (42), setelah melompat ke laut Sampit pada Senin, 1 September 2025, terus menjadi perhatian. Pihak keluarga korban yang berada di Jakarta telah menyatakan keikhlasan mereka atas kejadian tersebut.

"Pihak keluarga korban ada di Jakarta. Mereka menyatakan ikhlas dan tidak akan menuntut karena menganggap ini adalah musibah. Mereka kami kirimi juga rekaman CCTV saat korban melompat ke laut," ujar Manajer PT Dharma Lautan Utama (DLU) Cabang Sampit, Hendrik Sugiharto, Jumat, 5 September 2025.

Hendrik mengungkapkan menurut keterangan saksi dan rekaman CCTV, korban diduga mengalami gangguan mental dan sengaja melompat ke laut. Petugas kapal sempat berupaya mencegah aksi nekat tersebut, namun korban bergerak terlalu cepat.

Upaya pencarian telah dilakukan oleh petugas kapal dengan melemparkan pelampung keselamatan, namun korban tidak terlihat setelah kapal berputar balik. 

Hendrik Sugiharto menjelaskan bahwa kapal telah berputar tiga kali untuk mencari korban sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan.

"Itu sudah sesuai aturan. Sudah tiga kali bermanuver mencari tetapi tidak ditemukan, maka kapal melanjutkan perjalanan. Kondisi keselamatan penumpang yang lebih banyak di kapal, juga perlu menjadi perhatian, makanya perjalanan dilanjutkan," jelas Hendrik.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim Multazam, menambahkan bahwa pencarian masih terus dilakukan oleh tim gabungan.

Tim pencari dibagi menjadi dua regu, satu menyisir jalur laut dengan perahu karet dan yang lainnya menyisir pesisir pantai.

"Hasil masih nihil. Korban belum ditemukan. Sementara tim standby istrihat siang di Pos Tebing Kalap. Sambil menunggu kondisi gelombang dan cuaca reda dikarenakan gelombang pada siang mulai tinggi. Kalau dari titik jatuhnya, kurang lebih 15 sampai 16 kilometer," katanya. (DEVIANA/j)