BORNEONEWS, Palangka Raya – Bank Kalteng menunjukkan performa keuangan yang solid hingga Agustus 2025. Berdasarkan laporan manajemen, total aset perseroan mencapai Rp20,53 triliun, naik 16,25% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya (Rp17,66 triliun).
Sementara itu, laba tahun berjalan tercatat sebesar Rp265,34 miliar, tumbuh 5,64% year-on-year. Pertumbuhan ini menegaskan peran Bank Kalteng sebagai lembaga keuangan daerah yang sehat dan berdaya saing.
Direktur Utama Bank Kalteng, Maslipansyah, menjelaskan bahwa pertumbuhan aset didorong oleh meningkatnya penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) serta penyaluran kredit.
DPK tumbuh 24,17% menjadi Rp15,71 triliun dari Rp12,66 triliun pada Agustus 2024, dan kredit yang disalurkan naik 9,73% YoY menjadi Rp11,29 triliun, dengan tetap menjaga prinsip kehati-hatian.
“Peningkatan DPK mencerminkan kepercayaan masyarakat yang semakin tinggi. Kami berkomitmen menjaga transparansi, keamanan, serta memperkuat layanan digital,” ungkap Maslipansyah, Jumat, 5 September 2025.
Menurut Maslipansyah, pertumbuhan ini bukan sekadar pencapaian internal, melainkan juga bentuk kontribusi nyata bagi pembangunan Kalimantan Tengah.
“Kami ingin memastikan pertumbuhan Bank Kalteng sejalan dengan pembangunan ekonomi daerah. Kredit yang tumbuh sehat menunjukkan dukungan kami terhadap pelaku usaha, UMKM, dan sektor produktif,” jelasnya.
Maslipansyah menambahkan, pencapaian tersebut merupakan hasil sinergi seluruh jajaran Bank Kalteng, dukungan pemegang saham, dan kepercayaan nasabah.
Dengan fundamental keuangan yang kuat serta transformasi digital yang terus dijalankan, Bank Kalteng optimistis dapat menutup tahun 2025 dengan kinerja yang lebih baik.









