PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Prof Rahmawaty dari Universitas Sumatera Utara menjadi salah satu presenter dari Indonesia yang turut menyampaikan hasil penelitiannya dalam ajang bergengsi The 15th Annual International Conference (AIC) 2025. Konferensi internasional yang digelar pada 4–5 September 2025 di Universitas Syiah Kuala (USK), Banda Aceh, ini mengangkat tema “Innovating Together for a Sustainable Future: Green Technologies and Circular Economy in Action,” serta diikuti oleh ratusan akademisi dari berbagai negara.

Kegiatan dibuka secara resmi melalui serangkaian acara Opening Ceremony yang berlangsung di Gedung AAC Dayan Dawood. Dalam sesi pembukaan, Ketua Panitia AIC ke-15, Prof M. Faisal, menyampaikan laporan pelaksanaan konferensi yang mencakup jumlah peserta, cakupan bidang ilmu, serta harapan terhadap kontribusi akademik yang dihasilkan. Beliau menekankan pentingnya kolaborasi lintas disiplin dalam menjawab tantangan global terkait keberlanjutan dan teknologi hijau.

Selanjutnya, Rektor Universitas Syiah Kuala, Prof Marwan, memberikan sambutan selamat datang sekaligus membuka secara resmi konferensi tersebut. Dalam pidatonya, Prof Marwan menyampaikan apresiasi atas partisipasi para peneliti dari dalam dan luar negeri, serta menegaskan komitmen USK dalam mendukung pengembangan ilmu pengetahuan yang berdampak positif bagi masyarakat dan lingkungan.

Sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi para pembicara utama dan undangan, panitia memberikan token apresiasi kepada seluruh keynote dan invited speakers yang hadir secara langsung. Penghargaan tersebut diserahkan oleh Ketua AIC, Prof. Dr. M. Faisal, S.T., M.Eng.; Kepala LPPM USK, Prof. Dr. Mudatsir, M.Kes.; dan Rektor USK, Prof. Dr. Ir. Marwan, IPU. Momen ini menjadi simbol penghormatan atas dedikasi para akademisi dalam menyebarluaskan ilmu pengetahuan.

Prof Rahmawaty tampil dalam sesi parallel yang membahas isu-isu lingkungan dan teknologi berkelanjutan. Presentasinya mendapat perhatian karena mengangkat pendekatan inovatif dalam pengelolaan sumber daya alam berbasis ekonomi sirkular. Kehadiran Ketua Prodi S2 dan S3 Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan dari SPs USU ini memperkuat representasi akademisi Indonesia dalam forum ilmiah internasional yang menekankan solusi kolaboratif untuk masa depan yang berkelanjutan.

Konferensi AIC ke-15 ini tidak hanya menjadi ajang pertukaran gagasan, tetapi juga mempererat jejaring akademik antarnegara. Dengan lebih dari 238 makalah yang dipresentasikan, kegiatan ini mencerminkan semangat kolaborasi dan inovasi yang menjadi fondasi utama dalam membangun masa depan yang hijau dan berkelanjutan. (TESTI PRISCILLA/Y)