PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Komitmen jangka panjang terhadap konservasi kembali ditegaskan oleh PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk atau SSMS dalam kunjungan benchmark bersama IOI Group di Pulau Salat, Kalimantan Tengah. Chief Sustainability Officer PT SSMS Tbk, Henky Satrio Wibowo,menyatakan bahwa konservasi bukan sekadar tanggung jawab korporasi, melainkan janji untuk masa depan yang lebih berkelanjutan.

"Dengan komitmen yang diwajibkan RSPO hingga 25 tahun ke depan, Pulau Salat terus dikembangkan dan dilaporkan secara rutin setiap tahun," kata Henky dalam rilisnya pada Jumat, 5 September 2025.

Henky menambahkan bahwa Pulau Salat memiliki potensi besar untuk menjadi pusat riset dan pembelajaran konservasi di Indonesia. Dengan dukungan data, praktik lapangan, dan kolaborasi lintas sektor, kawasan ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas nasional dalam pelestarian satwa liar, khususnya orangutan yang merupakan spesies endemik dan terancam punah.

"Kunjungan benchmark ini menjadi bukti nyata bahwa pendekatan kolaboratif antara sektor swasta, lembaga konservasi, dan komunitas lokal dapat menghasilkan dampak positif yang berkelanjutan," katanya.

Pulau Salat kini tidak hanya berfungsi sebagai rumah sementara bagi orangutan dalam masa pra-pelepasliaran, tetapi juga sebagai simbol keberhasilan konservasi yang berbasis ilmu pengetahuan dan tanggung jawab sosial.

Dalam delapan tahun terakhir, Pulau Salat telah berhasil mengembalikan lebih dari 50 individu orangutan ke habitat alaminya di kawasan taman nasional.

"Capaian ini menunjukkan efektivitas program konservasi yang dijalankan SSMS bersama mitra seperti BOS Foundation, sekaligus memperkuat posisi Pulau Salat sebagai model konservasi yang dapat direplikasi di wilayah lain," jelasnya. 

Henky juga menekankan bahwa transparansi dan pelaporan rutin menjadi bagian penting dari komitmen SSMS terhadap standar keberlanjutan yang ditetapkan oleh RSPO. Dengan pelaporan tahunan dan evaluasi berkala, perusahaan memastikan bahwa setiap langkah konservasi yang diambil memiliki dasar ilmiah dan akuntabilitas yang tinggi.

Melalui benchmark ini, SSMS berharap dapat memperluas jejaring kolaborasi dengan perusahaan-perusahaan lain yang memiliki visi serupa. Pulau Salat diharapkan terus berkembang sebagai ruang belajar, pusat inovasi, dan inspirasi bagi generasi mendatang dalam menjaga keanekaragaman hayati Indonesia. (TESTI PRISCILLA/y)