SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Upaya pencarian penumpang KM Dharma Rucitra VI yang lompat di perairan Ujung Pandaran akhirnya membuahkan hasil. Korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di Pantai Seribu Cemara, wilayah Sungai Bakau, Kabupaten Seruyan, pada Jumat (5/9) sore.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim mengungkapkan tim pencari yang telah melaksanakan operasi pencarian sesi kedua sejak siang hari, menerima informasi sekitar pukul 15.45 WIB tentang penemuan mayat di pesisir pantai. Tim segera menuju lokasi dan tiba pada pukul 16.19 WIB.

"Setelah dicek, benar mayat tersebut adalah korban penumpang KM Dharma Rucitra. Lokasinya di titik koordinat -3°21'48,396"S 112°41'10,164"E," ucapnya, Jumat, 5 September 2025.

Identifikasi awal dilakukan berdasarkan pakaian yang dikenakan korban yaitu dengan ciri-ciri sesuai dengan laporan, menggunakan sepatu putih dan celana gelap. 

Dengan penemuan tersebut, proses pencarian yang sebelumnya difokuskan di perairan antara Sampit hingga Seruyan dinyatakan selesai. Tim gabungan yang terdiri dari BPBD, aparat kepolisian, dan pihak terkait lainnya telah melakukan evakuasi korban.

"Operasi pencarian dinyatakan selesai setelah korban ditemukan. Kami turut berduka atas musibah ini," pungkas Multazam. (DEVIANA/H)