KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas -  Dunia digital semakin memanjakan para penggemar seni dan teknologi. Kini, membuat miniatur pajangan yang realistis dan bahkan bisa dijadikan video bukanlah hal mustahil berkat kecanggihan Artificial Intelligence (AI).

Seorang warga Kuala Kapuas, Iman, yang gemar berselancar di dunia maya, telah mencoba teknik ini dan berhasil menciptakan karya miniatur yang menakjubkan.

Iman, yang akrab disapa dengan panggilan tersebut, membagikan langkah-langkah mudah untuk membuat miniatur pajangan menggunakan kombinasi beberapa platform AI. 

"Selamat mencoba! Cara buat miniatur pajangan ini sangat menarik dan mudah. Langkah pertama adalah dengan membuka Google, lalu masuk ke Gemini AI dan mengunggah foto yang ingin diubah menjadi miniatur. ucapnya antusias, Sabtu 6 September 2025. 

Setelah gambar diunggah ke Gemini AI, pengguna perlu menyalin prompt atau perintah khusus. Prompt yang digunakan Iman adalah: "Create a 1/7 scale commercialized figure of the character in the illustration, in a realistic style and environment.

Place the figure on a computer desk, using a circular transparent acrylic base without any text. On the computer screen, display the ZBrush modeling process of the figure. Next to the computer screen, place a BANDAI-style toy packaging box printed with the original artwork."

Menurut Iman, hasil dari Gemini AI kemudian bisa dibawa ke platform lain untuk diolah lebih lanjut, bahkan menjadi video. 

"Setelah itu, buka situs OpenArt.Ai dan masukkan gambar miniatur yang sudah jadi. Kemudian, masukkan prompt ini untuk mengubahnya menjadi video," jelasnya. 

Prompt untuk video tersebut adalah: "Create a video, a pair of realistic hands are picking up and reviewing the 12 miniature. Two hands gently pick up the figure in the frame and rotate it slightly for inspection.

The model on the computer screen and the model printed on the packaging box remain stationary, while all other background elements stay unchanged."

Teknik ini memungkinkan pengguna untuk tidak hanya menciptakan miniatur statis, tetapi juga melihatnya dihidupkan dalam bentuk video, seolah-olah sedang diinspeksi oleh tangan manusia.

Konsep ini membuka peluang baru bagi para kolektor, seniman, atau siapa pun yang tertarik pada kreasi visual yang inovatif. (SABRIANOOR/R)