BORNEONEWS, Sampit - Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus berupaya keras mencapai target eliminasi HIV/AIDS pada 2030 yang dikenal dengan istilah Three Zero.
Target ini mencakup tidak adanya infeksi baru, tidak ada kematian akibat AIDS, serta tidak ada stigma maupun diskriminasi terhadap penderita.
"Tidak ada infeksi baru, tidak ada kematian akibat AIDS, dan tidak ada stigma maupun diskriminasi. Itu yang harus kita capai bersama," kata Sekretaris KPA Kotim, Asyikin, pada Jumat, 29 Agustus 2025.
Ia juga menyoroti pentingnya pendampingan intensif terhadap penderita HIV/AIDS. Ini untuk memastikan kondisi penderita dan ketertiban dalam pemberian obat antiretroviral (ARV) yang berfungsi mempertahankan daya tahan tubuh, meski tidak bisa menyembuhkan.
"ARV wajib diminum seumur hidup sesuai jadwal. Obat ini sangat penting untuk menambah imun dan menjaga kualitas hidup ODIV (Orang dengan Infeksi Virus). Setiap bulan, mereka dipantau oleh petugas penjangkau yang berkoordinasi dengan rumah sakit," terangnya.
Untuk menekan kasus HIV/AIDS, KPA Kotim juga aktif melakukan sosialisasi kepada generasi muda melalui berbagai kegiatan seperti Paskibraka, Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), hingga edukasi bahaya narkoba.
"Anak-anak usia 15–24 tahun harus mengetahui tentang HIV/AIDS. Ini penting agar mereka bisa menghindari pemicu penularan sejak dini," tegas Asyikin.
Berdasarkan data yang ada, terdapat 50 kasus HIV/AIDS selama periode Januari hingga Juni 2025. Dari jumlah tersebut, 30 kasus dialami oleh laki-laki dan 20 kasus oleh perempuan.
Sebaran usia menunjukkan bahwa 31 kasus terjadi pada rentang usia 25–49 tahun, 4 kasus pada usia 15–19 tahun, 6 kasus pada usia 20–24 tahun, dan 5 kasus di atas 50 tahun.
Dengan upaya yang berkelanjutan, KPA Kotim berharap dapat mencapai target eliminasi HIV/AIDS dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. (DEVIANA/R)









