PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun -  Fakta terungkap dari hasil pemeriksaan 3 tersangka kasus pencurian dengan pemberatan (perampokan) modus pecah kaca mobil di Pangkalan Bun. Para pelaku ternyata tidak hanya beraksi di Kalimantan Tengah, namun juga di sejumlah provinsi lain di Pulau Kalimantan.

Kapolres Kotawaringin Barat, AKBP Theodorus Priyo Santosa, Sabtu, 6 September 2025 mengungkapkan bahwa kelompok ini merupakan jaringan lintas provinsi dengan pola pergerakan yang berpindah-pindah.

“Para tersangka ini tidak menetap di satu tempat, tetapi berpindah ke daerah yang bisa dijadikan sasaran. Modus mereka adalah mencari korban yang baru saja mengambil uang dari bank, kemudian dibagi menjadi 2 tim,” jelas Kapolres.

Menurut Kapolres, tim pertama bertugas memantau aktivitas di dalam bank untuk melihat siapa yang melakukan transaksi besar. Setelah target ditentukan, tim kedua kemudian membuntuti korban hingga berhenti di suatu lokasi. 

“Saat korban lengah, mereka memecahkan kaca mobil dengan pecahan busi, lalu mengambil uang yang disimpan di dalam mobil,” jelas Kapolres.

Kapolres menegaskan, modus serupa telah dilakukan para tersangka di berbagai daerah, termasuk di Tenggarong Kalimantan Timur, Banjarmasin Kalimantan Selatan, hingga Singkawang Kalimantan Barat. 

“Hampir di seluruh provinsi di Kalimantan ada TKP mereka. Bahkan ada di antara mereka yang sudah pernah tertangkap dengan modus sama,” jelas Kapolres.

Kapolres menyebutkan bahwa para pelaku ini bukan warga Pulau Kalimantan. 

“Mereka berasal dari luar Kalimantan, tepatnya dari Sumatera. Saat kami amankan, barulah terungkap bahwa ada beberapa TKP lain di provinsi lain. Bahkan mereka termasuk pemain antar pulau,” jelas Kapolres. 

Dengan terbongkarnya jaringan ini, Kapolres mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan ketika selesai bertransaksi di bank.

“Kami sarankan masyarakat yang membawa uang dalam jumlah besar agar meminta pengawalan kepolisian. Ini penting untuk mencegah terulangnya kasus serupa,” tegasnya. (WAHYU KRIDA/j)