PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Upaya penguatan pelayanan umat Katolik di Kalimantan Tengah terus digalakkan oleh Pembimas Katolik Kantor Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Tengah.

Pembimas Katolik, Sandra Mariyus Adipa mengaku masih memperjuangkan pembentukan struktur Bimas Katolik di kota dan kabupaten yang belum memiliki perwakilan.

Hal ini disampaikannya di hadapan ratusan peserta dari berbagai paroki di wilayah Keuskupan Palangka Raya yang berkumpul dalam Temu Dewan Paroki yang berlangsung pada 4–7 September 2025 di Aula Magna, Palangka Raya.

Kegiatan ini mengusung tema “Menyamakan Persepsi tentang Dewan Paroki beserta Perannya dalam kehidupan Menggereja di Keuskupan Palangka Raya."

"Kami sudah menyampaikan aspirasi ini kepada DPR RI dan berharap dukungan konkret agar pelayanan keagamaan dapat menjangkau seluruh wilayah,” kata Mariyus dalam bincang santai bersama awak media.

Langkah ini dinilai penting untuk memastikan umat Katolik di daerah terpencil tetap mendapatkan pembinaan dan pendampingan yang layak.

Sandra menekankan bahwa kehadiran struktur Bimas Katolik di tingkat lokal akan memperkuat koordinasi antarparoki serta mempercepat respons terhadap kebutuhan umat.

“Kami ingin agar tidak ada lagi kesenjangan pelayanan antarwilayah,” tambahnya.

Selain itu, Mariyus juga menyampaikan perkembangan terkait program Sekolah Minggu Katolik. Data kegiatan dan peserta telah diserahkan kepada Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah sebagai bagian dari dukungan terhadap program kerja Huma Betang yang digagas oleh Gubernur Agustiar Sabran.

“Kami mendukung penuh nilai-nilai Huma Betang yang menekankan kebersamaan dan keberagaman,” jelasnya.

Dalam hal administrasi, Pembimas Katolik Kalteng juga memberikan kemudahan bagi paroki-paroki yang membutuhkan surat keterangan dari Kementerian Agama, baik untuk pengurusan pengurangan pajak maupun legalitas tanah.

“Tidak perlu datang langsung ke kantor. Cukup kirimkan permohonan melalui WhatsApp, dan hari itu juga kami proses dan selesaikan,” tegas Mariyus.

Pelayanan cepat dan efisien ini, menurut Mariyus, merupakan komitmen pihaknya untuk mendekatkan birokrasi kepada umat. Ia juga menegaskan bahwa seluruh layanan tersebut diberikan tanpa dipungut biaya.

“Kami ingin memastikan bahwa pelayanan keagamaan tidak menjadi beban, melainkan solusi,” katanya.

Dengan semangat pelayanan dan kolaborasi lintas sektor, Pembimas Katolik Kalteng terus berupaya memperkuat kehadiran negara dalam mendampingi umat Katolik di seluruh pelosok Kalimantan Tengah. Harapannya, langkah-langkah ini dapat memperkuat solidaritas dan mempercepat pembangunan sosial berbasis nilai-nilai keagamaan dan kebhinekaan.(TESTI PRISCILLA/R)