PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pulau Salat di Desa Pilang, Kalimantan Tengah, kembali menjadi sorotan sebagai pusat pembelajaran konservasi orangutan. Tim Sustainability dari IOI Group, yang dipimpin oleh Nazlia Syahputri, melakukan kunjungan benchmark untuk mendalami praktik pengelolaan orangutan yang dijalankan oleh PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS). Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat pengelolaan High Conservation Value (HCV) di wilayah operasional IOI Group.

Nazlia menjelaskan bahwa benchmark ini bertujuan untuk memahami lebih dalam sistem pengelolaan orangutan yang diterapkan SSMS di Pulau Salat. Menurutnya, kehadiran orangutan di kawasan HCV milik IOI Group menuntut adanya pendekatan monitoring dan konservasi yang berkelanjutan. Pulau Salat dinilai sebagai contoh nyata praktik konservasi yang dapat diadaptasi oleh perusahaan lain.

“Kami melihat langsung bagaimana Pulau Salat dikelola. Kami sangat mengapresiasi kolaborasi PT SSMS Tbk dengan BOS Foundation, dan pengalaman ini memberikan banyak pembelajaran bagi kami,” ujar Nazlia dalam rilisnya pada Sabtu, 6 September 2025.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara sektor swasta dan lembaga konservasi dalam menjaga kelestarian spesies langka seperti orangutan.

Kunjungan ini mendapat sambutan positif dari Dept. Head Sustainability PT SSMS Tbk, Andri Najiburrahman. Ia menyebut bahwa benchmark ini merupakan yang pertama dilakukan oleh perusahaan sejenis di Pulau Salat. Menurutnya, kunjungan ini membuka peluang kolaborasi lebih luas dalam pengelolaan satwa liar berbasis keberlanjutan.

“Pulau Salat adalah proyek konservasi orangutan yang melibatkan banyak pemangku kepentingan: pemerintah, sektor swasta, hingga masyarakat. Saat ini ada 35 individu orangutan di Pulau Salat. Kami bangga tempat ini menjadi benchmark IOI Group dalam pengelolaan orangutan,” ungkap Andri.

Benchmark ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen industri kelapa sawit terhadap pelestarian keanekaragaman hayati. Dengan pendekatan berbasis ilmu pengetahuan dan kolaborasi lintas sektor, Pulau Salat diharapkan menjadi model konservasi yang dapat direplikasi di berbagai wilayah Indonesia. (TESTI PRISCILLA/j)