SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) melalui Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan (DCKTRP) kembali menyiapkan rencana pembebasan lahan di sekitar Bandara H Asan Sampit. Langkah ini dilakukan guna meminimalkan rintangan yang berpotensi mengganggu keselamatan penerbangan.

Kepala DCKTRP Kotim, Rafiq Riswandi, mengatakan lahan yang akan dibebaskan berada di sisi barat, tepatnya di samping pintu gerbang lama bandara yang menghadap ke Jalan Samekto. Area tersebut merupakan kebun milik warga dengan pepohonan yang semakin menjulang tinggi.

“Pembebasan lahan ini salah satunya terkait dengan keberadaan pohon-pohon tinggi yang bisa menjadi obstacle atau hambatan bagi penerbangan,” jelas Rafiq, Sabtu, 6 September 2025.

Sebelumnya, Pemkab Kotim telah melakukan pembebasan lahan di ujung runway arah barat seluas sekitar lima hektare serta lebih dari satu hektare di sisi runway untuk relokasi gedung Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK). Namun, kebutuhan lahan ternyata masih berlanjut sesuai dengan masterplan bandara.

Menurut Rafiq, keberadaan pepohonan tinggi di sekitar bandara tidak hanya mengganggu jarak pandang penerbangan, tetapi juga bisa menurunkan minat maskapai untuk beroperasi di Sampit. Hal ini bertentangan dengan upaya pemerintah daerah yang berambisi mendatangkan lebih banyak maskapai agar tercipta persaingan sehat dan harga tiket lebih terjangkau.

“Kalau ada rintangan seperti itu, maskapai lain bisa saja enggan masuk. Karena itu, pembebasan lahan menjadi solusi agar penghalang bisa dihilangkan,” tegasnya.

Terkait luas lahan yang akan dibebaskan, Rafiq menyebut masih menunggu hasil pengukuran. Estimasi anggaran juga belum ditentukan karena proses verifikasi lapangan masih berjalan. Hasil sementara menunjukkan lahan tersebut tercatat atas nama delapan pemilik dengan berbagai jenis tanaman yang akan didata lebih lanjut.

“Setelah verifikasi selesai, pembahasan bersama pihak terkait akan dilakukan untuk menentukan langkah pembebasan lahan,” pungkasnya.