BORNEONEWS, Sampit – SMPN 3 Sampit bersama dengan komite sekolah menyampaikan keluhan terkait keberadaan depo sampah yang berlokasi hanya sekitar 5 meter dari pagar sekolah. Keluhan ini disampaikan langng kepada Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) melalui surat permohonan resmi.
Kepala SMPN 3 Sampit Siti Hadijah mengatakan, keberadaan depo sampah tersebut telah menimbulkan dampak negatif yang signifikan terhadap kegiatan belajar mengajar dan kesehatan siswa.
"Bau tidak sedap yang menyengat dan populasi lalat yang meningkat sangat mengganggu konsentrasi siswa saat belajar di kelas," ujarnya, Sabtu, 6 September 2025.
SMPN 3 Sampit yang berada di Jalan Christopel Mihing tersebut letaknya berdampingan dengan Depo sampah. Mereka sering mengeluh karena bau yang ditimbulkan oleh sampah, apalagi saat sampah meluber hingga ke luar depo.
Tumpukan sampah juga menjadi sarang lalat yang berterbangan hingga ke area kantin dan ruang kelas, mengancam kebersihan dan kesehatan murid.
Siti Hadijah menambahkan bahwa kondisi ini juga mengancam program makanan bergizi gratis yang seharusnya menjadi salah satu upaya peningkatan gizi siswa.
"Program makanan bergizi gratis yang kami rencanakan menjadi terganggu karena bau dan lalat yang mengancam kebersihan makanan. SMPN 3 Sampit adalah salah satu sekolah yang menjadi sasaran penerima makanan bergizi gratis," jelasnya.
Lebih lanjut, Siti Hadijah mengungkapkan kekhawatirannya terkait lokasi depo sampah yang sangat dekat dengan tempat yang akan dijadikan sentra pelayanan rumah pemenuhan gizi (SPPG), yaitu tempat pengolahan makanan untuk program makanan bergizi gratis.
"Kondisi ini sangat mengancam kebersihan dan higienitas makanan yang akan diberikan kepada siswa," tegasnya.
Pihak sekolah berharap agar Bupati Kotim dapat mempertimbangkan untuk melakukan alih fungsi lahan depo sampah menjadi sarana pendidikan atau sarana olahraga, atau memindahkan depo sampah tersebut ke lokasi yang lebih layak dan tidak mengganggu fasilitas pendidikan.
"Kami memohon dengan sangat agar Bapak Bupati dapat memberikan solusi terbaik untuk masalah ini," pungkas Siti Hadijah. (DEVIANA/j)









