BORNEONEWS, Sampit - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut sepanjang tahun 2025 terjadi 4 kali gerhana yaitu dua kali gerhana bulan dan 2 kali gerhana matahari.
"Pada tahun 2025 terjadi 4 kali gerhana, yaitu 2 kali gerhana bulan dan 2 kali gerhana matahari," kata Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi H Asan Kotawaringin Timur, Rahmat Wahidin Abdi, Minggu, 7 September 2025.
Ia menyebut, gerhana bulan total (GBT) telah terjadi pada 14 Maret 2025 dengan fase akhir dapat diamati dari sedikit wilayah di Indonesia Timur. Kemudian gerhana matahari sebagian (GMS) pada 29 Maret 2025 tidak dapat diamati dari Indonesia.
Lanjutnya, gerhana bulan total (GBT) akan terjadi tengah malam ini, 7 September 2025 yang dapat diamati dari Indonesia. Serta gerhana matahari sebagian (GMS) 21 September 2025 yang tidak dapat diamati dari Indonesia
Salah satu tupoksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sebagai institusi pemerintah adalah memberikan informasi dan pelayanan tanda waktu, termasuk di dalamnya adalah informasi Gerhana Bulan dan Matahari.
"Untuk itu, BMKG menyampaikan informasi Gerhana Bulan Total 7 September 2025," imbuhnya.
BMKG mencatat, warga Sampit bisa mengamati fase-fase gerhana bulan total mulai Minggu malam, 7 September 2025 hingga Senin dini hari, 8 September 2025. Berikut rincian waktunya (WIB):
Awal Gerhana Penumbra (P1): 22.26.56
Awal Gerhana Sebagian (U1): 23.26.44
Awal Gerhana Total (U2): 00.30.17
Puncak Gerhana: 01.11.45
Akhir Gerhana Total (U3): 01.53.13
Akhir Gerhana Sebagian (U4): 02.56.46
Gerhana Berakhir (P4): 03.56.34
Namun, Rahmat menjelaskan, saat fase tersebut cuaca di Sampit diperkirakan berawan. "Cuaca saat gerhana berlangsung secara umum berawan," tandasnya. (DEWI PATMALASARI/j)









