PANGKALAN BUN –

SEJAK era Presiden Soeharto sejak Tahun 1995 telah mencanangkan Bulan Gemar Membaca Nasional pada bulan September, dan pada tanggal 14 September ditetapkan sebagai Hari Kunjung Perpustakaan Nasional.

Berbicara minat baca merupakan faktor penting dalam pembangunan sumber daya manusia. Di negara kita , peningkatan minat baca adalah tanggung jawab bersama antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat. Perpustakaan sebagai pusat informasi memiliki peranan strategis dalam menumbuhkan budaya literasi, dengan dukungan aktif dari masyarakat pembaca.

Kontribusi Masyarakat Pembaca

Masyarakat pembaca dapat menjadi agen perubahan dengan memberi contoh dan dorongan positif di lingkungan mereka. Melalui media sosial, mereka bisa membagikan ulasan buku dan menginspirasi orang lain. Pembentukan komunitas membaca juga efektif untuk meningkatkan antusiasme terhadap literasi, begitu pula dengan kolaborasi dengan perpustakaan dalam menyelenggarakan acara literasi.

Menciptakan Lingkungan yang Mendukung

Lingkungan yang kondusif akan mendorong aktivitas membaca. Masyarakat bisa menyebarkan informasi menarik seputar buku baru, menjadi relawan di perpustakaan, dan membantu pengunjung menemukan bacaan yang sesuai. Ini turut memperkuat hubungan antara perpustakaan dan penggunanya.

Membangun Motivasi dan Dukungan

Dukungan antar pembaca penting untuk menjaga semangat membaca. Pertukaran rekomendasi buku serta kompetisi membaca dapat menjadi pemicu motivasi, terutama bagi pembaca pemula.

Peran Strategis Perpustakaan

Perpustakaan perlu menyediakan koleksi yang beragam dan program literasi berkala agar menarik bagi semua kalangan. Kegiatan seperti kelas menulis atau peringatan bulan literasi dapat meningkatkan minat baca masyarakat.

Dukungan Pemerintah dan Kolaborasi

Pemerintah memiliki peran dalam menyediakan kebijakan dan anggaran yang mendukung pengembangan literasi. Kerja sama antara pemerintah, perpustakaan, dan masyarakat pembaca penting untuk menciptakan program literasi yang berkelanjutan.

Pendekatan Berbasis Komunitas

Pelibatan masyarakat lokal sangat penting. Dengan memberdayakan komunitas pembaca untuk ikut serta dalam kegiatan perpustakaan, akan tercipta ruang belajar yang aktif dan inklusif.

Dengan keterlibatan semua pihak, Kalimantan Tengah dapat membangun budaya literasi yang kuat, menjadikan perpustakaan sebagai pusat pembelajaran yang hidup dan inspiratif.

Penulis: Nopiar Rahman (Kak Nono) adalah Relawan Literasi Masyarakat 2025 Perpustakaan Nasional RI