SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Warga Kecamatan Pulau Hanaut, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), masih harus hidup dalam keterbatasan akibat belum adanya akses jalan darat. Kondisi ini berdampak langsung pada pelayanan dasar, salah satunya ketersediaan listrik yang hingga kini belum stabil.

Wakil Ketua II DPRD Kotim Rudianur mengatakan, masyarakat di daerah pemilihan III tersebut sering mengeluhkan kondisi listrik PLN yang tidak menentu.

“Selama ini di Kecamatan Pulau Hanaut lampu kadang redup, kadang terang. Tegangannya naik turun. Pernah mati sampai dua hari karena petugas kesulitan memperbaiki jaringan akibat akses darat tidak ada,” ujar Rudianur, Senin, 11 Agustus 2025.

Kecamatan yang berada di ujung selatan Kotim ini memiliki 14 desa. Selama ini, warga hanya bisa mengandalkan transportasi sungai sebagai jalur utama. Tidak adanya jalan darat membuat mereka tetap terisolasi dari pusat kota Sampit.

Harapan sempat muncul ketika Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah merencanakan pembangunan jalan penghubung dari Cempaka Mulia hingga Mendawai, Kabupaten Katingan, yang melewati Kecamatan Pulau Hanaut. Tahun 2024, anggaran sekitar Rp200 miliar bahkan telah disiapkan.

Namun, efisiensi anggaran pada tahun 2025 membuat rencana besar itu tertunda. Dana yang tersedia hanya cukup untuk pengaspalan dari Cempaka Mulia sampai Terantang, Kecamatan Seranau.

“Kami menginginkan agar anggaran itu dikembalikan. Tahun 2026 jalan ini harus fungsional, agar Pulau Hanaut bisa terbuka,” tegas Rudianur.

Ia menambahkan, keberadaan jalan darat akan menurunkan biaya transportasi, mempercepat distribusi barang, mempermudah akses pendidikan dan layanan kesehatan, serta membuka potensi wisata pantai di Desa Satiruk.

Saat ini, jalan Cempaka Mulia–Terantang yang dulunya berstatus jalan kabupaten sudah diambil alih oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. Dengan status baru tersebut, masyarakat berharap pembangunan jalan bisa segera dilanjutkan agar Pulau Hanaut terbebas dari keterisolasian dan bisa merasakan listrik yang stabil. (DEWI PATMALASARI/H)