PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun – Putra daerah Kalimantan Tengah, Mukhtarudin, resmi dilantik sebagai Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Senin (8/9/2025). Politikus asal Pangkalan Bun itu menggantikan Abdul Kadir Karding yang sebelumnya menjabat posisi tersebut.

Pelantikan Mukhtarudin menambah kebanggaan masyarakat Kalimantan Tengah, khususnya warga Pangkalan Bun dan Kotawaringin Barat. Kehadirannya di kabinet Presiden Prabowo disebut menjadi bukti bahwa putra daerah mampu berkontribusi di tingkat nasional.

Mukhtarudin lahir di Pangkalan Bun, 6 September 1964. Sejak kecil, ia menempuh pendidikan dasar hingga SMA di kota tersebut. Mulai dari SD Negeri 02 Pangkalan Bun (1977), SMP Negeri 1 Pangkalan Bun (1981), hingga SMA Negeri 1 Pangkalan Bun (1984). Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan tinggi di Universitas Lambung Mangkurat, meraih gelar Sarjana Ilmu Administrasi Negara.

Sebelum aktif di dunia politik, Mukhtarudin sempat menjadi pengusaha dan menjabat sebagai Kabid Promosi Penanaman Modal Daerah Kabupaten Kotawaringin Barat pada periode 1990–2002. Pengalaman di daerah inilah yang membentuk dasar kuat kepemimpinannya hingga melangkah ke panggung nasional.

Mukhtarudin mulai masuk DPR RI pada 2004 dan terus terpilih hingga kini. Ia pernah duduk di Komisi VI DPR RI (2019–2021) dan kemudian di Komisi VII (2021–2025). Selama kiprahnya di parlemen, ia dikenal aktif memperjuangkan kebijakan energi, industri, dan perlindungan tenaga kerja.

Dengan pengalamannya itu, Presiden Prabowo menunjuk Mukhtarudin untuk mengemban tugas baru sebagai Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia. Posisi ini sangat strategis karena menyangkut jutaan pekerja migran asal Indonesia di berbagai negara.

Masyarakat Pangkalan Bun dan Kotawaringin Barat berharap Mukhtarudin dapat membawa semangat daerah dalam menjalankan amanah barunya. Kehadirannya di kabinet diharapkan tidak hanya melindungi pekerja migran, tetapi juga memperjuangkan kesejahteraan rakyat dari daerah asalnya di Kalimantan Tengah.