SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor berharap kehadiran pabrik pengolahan kelapa sawit di Desa Bapanggang Raya, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat sekitar.

“Ini salah satu pabrik kelapa sawit yang kita izinkan tanpa memiliki kebun inti, artinya kebun inti memang memiliki tapi hanya 20 persen. Harapan kita dengan diresmikannya pabrik ini, karena sudah lengkap semua perizinannya, maka otomatis petani dan perkebunan di sekitar sini yang selama ini harus jauh mengantar hasil panen ke wilayah utara cukup menjual di sini dengan harga kompetitif,” kata Halikinnor, Senin, 8 September 2025.

Hal itu disampaikannya saat meresmikan pabrik pengolahan kelapa sawit PT Borneo Indah Sawitindo di Desa Bapanggang Raya. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua II DPRD Kotim Rudianur. 

Halikinnor menyebut, beroperasinya pabrik ini tidak hanya memberi manfaat bagi petani dan pekebun, tetapi juga membuka lapangan kerja bagi sekitar 200 orang serta menghadirkan multiplayer effect di sekitar lokasi, termasuk kontribusi pajak daerah.

“Karena membangun daerah itu tidak bisa pemerintah saja. Harus ada sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat,” ujarnya.

Lanjutnya, Kotim dikenal sebagai salah satu daerah penghasil kelapa sawit terbesar di Indonesia. Bahkan, Kalimantan Tengah menempati posisi kedua setelah Riau sebagai provinsi dengan perkebunan sawit terluas.

Berdirinya pabrik pengolahan CPO ini, menurut Halikinnor, menjadi wujud dukungan pemerintah daerah terhadap investasi yang berdaya saing dan berkelanjutan.

Ia mengingatkan, pembangunan pabrik diharapkan tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga memperhatikan aspek lingkungan, kesejahteraan karyawan, dan pemberdayaan masyarakat sekitar.

Pemerintah Kabupaten Kotim menyambut baik kehadiran pabrik ini dengan sejumlah harapan, yakni pertama memberikan atau menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat dan dapat meningkatkan pendapatan bagi masyarakat sekitar termasuk petani dan pekebun. 

Kedua, meningkatkan perekonomian daerah. Ketiga menjadi salah satu penggerak ekspor nasional, sehingga berkontribusi terhadap pendapatan negara dan daerah melalui divisa dan pajak.

Kemudian, membawa manfaat positif yang sebesar-besarnya bagi bangsa dan negara pada umumnya dan khususnya bagi daerah serta masyarakat kabupaten kotawaringin timur. Terakhir menjadi contoh pengelolaan industri kelapa sawit yang modern dan ramah lingkungan.

"Kami harapkan perusahaan dapat ikut membantu dan membina para petani dan pekebun kelapa sawit dalam meningkatkan produksi dan kualitas TBS kelapa sawit, khususnya terhadap petani yang TBSnya dibeli sebagai sumber bahan baku untuk PKS," tandasnya. (DEWI PATMALASARI/y)