PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kota Palangka Raya mencatat 124 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan total luas lahan terdampak mencapai 36,61 hektar.

Data ini dihimpun dari Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya.

Plt Kepala Pelaksana BPBD Palangka Raya, Hendrikus Satria Budi, melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Palangka Raya, Heri Fauzi merinci sebaran karhutla di tiap kecamatan.

Kecamatan Jekan Raya menjadi wilayah dengan kejadian karhutla tertinggi, yakni 79 kali dengan luas lahan terdampak 13,29 hektar.

"Kecamatan Jekan Raya menjadi fokus perhatian kami karena jumlah kejadian dan luas lahan yang terdampak cukup signifikan," ujar Heri Fauzi, Selasa, 9 September 2025.

Selain Jekan Raya, kecamatan lain juga mengalami karhutla meski dengan skala yang lebih kecil. Kecamatan Pahandut mencatat 7 kejadian dengan luas lahan terdampak 5,19 hektar, Kecamatan Sebangau 34 kejadian dengan luas lahan 14,73 hektar, dan Kecamatan Bukit Batu 4 kejadian dengan luas lahan terdampak 3,40 hektar. Sementara itu, Kecamatan Rakumpit nihil kejadian karhutla.

BPBD Kota Palangka Raya terus berupaya meningkatkan kesiapsiagaan dan pencegahan karhutla, terutama di wilayah-wilayah yang rawan.

Sosialisasi kepada masyarakat, patroli rutin, dan koordinasi dengan berbagai pihak terus dilakukan untuk meminimalkan risiko karhutla.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan, terutama saat kondisi cuaca kering dan berangin. Mari kita jaga lingkungan kita dari bahaya karhutla," pungkas Heri Fauzi. (PATHUR/R)