BORNEONEWS, Pulang Pisau - Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Pulang Pisau, Jeddyson menilai, hasil pertanian jagung memiliki potensi cukup besar.
"Punya potensi bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat," kata Jeddyson, Senin, 9 September 2025.
Dijelaskan Jeddyson, dari hasil ubinan pipilan basah, dapat 8,7 ton per hektar. Sedangkan jika dikeringkan, diperkirkan memperoleh sekitar 5 ton.
"(Kalau) Lahan seperempat hektar, berarti tinggal dibagi empat, dengan harga pasar jagung Rp7.000 per kilogram, hasil 5 ton itu bernilai sekitar Rp35 juta," ungkapnya.
Selanjutnya, jika biaya produksi Rp15 juta, kata Jeddyson, masih ada keuntungan sekitar Rp20 juta dalam 4 bulan. Melalui itungan tersebut, ia menilai bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurut Jeddyson, pemasarannya hasil pertanian jagung tidak begitu sulit karena ada di Maliku, Pangkoh, bahkan hingga Kantan kebutuhan jagung masih tinggi.
"Salah satu upaya kita bagaimana mengedukasi masyarakat agar memanfaatkan lahan pekarangan. Ini juga sudah banyak dicontohkan, termasuk oleh Polri yang turut mendukung program ketahanan pangan," ujar Jeddyson. (RETHA/y)









