PULANG PISAU –

BORNEONEWS, Pulang Pisau - Desa Purwodadi, Kecamatan Maliku memelihara ratusan itik kemudian telurnya dibagikan kepada anak-anak saat di Posyandu.

Ini merupakan salah satu langkah inovasi dalam rangka menurunkan angka stunting yang menjadi program nasional dan menjadi fokus program Pemkab Pulang Pisau.

Kepala Desa Purwodadi, Lusiam Marhani menyampaikan pada 2024 di Purwodadi angka stunting cukup tinggi, tercatat sebanyak 20 anak yang dinyatakan stunting.

"Kami berpikiran untuk menciptakan usaha ketahanan pangan dalam mendukung gizi anak berupa protein dan sayuran. Yang nantinya dapat menunjang untuk menurunkan angka stunting," kata Lusiam, Rabu, 10 September 2025.

Untuk komoditi proteinnya mencoba untuk budidaya itik petelur kerja sama dengan peternak. Kemudikan telurnya diberikan ke anak balita ketika Posyandu.

Sebelumnya Desa Purwodadi juga mendapatkan bantuan dari dinas pertanian untuk membuat screen house, mengembangkan sayur dan buah. "Alhamdulillah untuk per september ini dari 20 anak, Alhamdulillah turun jadi 16 anak," ujarnya.

Dengan berbagai inovasi kegiatan ketahanan pangan tambah Lusiam baik dari pemerintah pusat sampai ke desa, jika produktivitasnya banyak, harapannya nanti dapat mendukung, menurunkan angka stunting yang ada di desa.

Tahap pertama, sebagai rintisan awal, memelihara 115 ekor, menghasilkan kurang lebih 90 telur per hari.

Kemudian Agustus mendatangkan lagi itik sebanyak 250 ekor dan dari 250 ekor ini, saat ini sudah bertelur 90 telur per hari. Jadi kurang lebih saat ini di Bumdes Desa Purwodadi per hari 180 telur.( RETHA)