KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Seorang pedagang di Stadion Kuala Kapuas dilaporkan warga menjadi korban dari peredaran uang palsu. Hal ini menjadi yang kesekian kalinya, sebemumnya beberapa pedagang di Kuala Kapuas juga menerima uang palsu. Kejadian ini cukup marak dalam satu bulan terakhir. 

"Adik saya  baru saja menerima uang palsu tadi pagi, saat berjualam di area CFD stadion," ungkap Yurega, warga Kapuas kepada Borneonews pada Rabu, 10 September 2025.

Yurega menyebutkan uang palsu dengan nilai Rp. 100 ribu tersebut baru disadari adiknya saat menghitung hasil jualan. Diperkirakan uang palsu diterimanya saat dagangannya tengah ramai pembeli.

Berdasarkan keterangan korban, ada beberapa ciri khusus pada uang palsu yang beredar. Salah satunya adalah bagian bergambar lingkaran merah yang terasa timbul dan memiliki tekstur seperti plastik saat diraba. Hal ini berbeda dengan uang asli yang cetakannya menyatu dengan bahan uang dan terasa lebih halus.

"Ciri lain yang mencolok adalah gambar di lingkaran hijau yang samar-samar terlihat seperti potret pahlawan atau presiden ketika uang diterawang. Uang palsu ini juga terasa lebih kasar saat disentuh, berbeda dengan uang asli yang permukaannya halus," jelas Yurega.

Warga mencurigai penyebaran uang palsu dilakukan oleh sindikat yang memanfaatkan keramaian di pusat-pusat kegiatan seperti CFD.

Modus operandi mereka cukup sederhana namun sering berhasil, yaitu dengan menyelipkan uang palsu di antara uang asli. 

"Karena transaksi yang cepat, para pedagang sering kali tidak sempat memeriksa uang secara detail, sehingga baru menyadari uang palsu tersebut belakangan," ucap Mira, warga Kapuas lainnya. (SABRIANOOR/R)