BORNEONEWS, Palangka Raya - Anggota DPRD Palangka Raya, Rana Muthia Oktari, menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Palangka Raya telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) guna mengawal percepatan pelaksanaan program tersebut. Kehadiran Satgas diharapkan dapat memastikan jalannya program sesuai ketentuan teknis yang berlaku.
Menurut Rana, Satgas MBG memiliki peran penting dalam merencanakan jalannya program, mulai dari pendataan jumlah siswa penerima manfaat, pengaturan distribusi makanan, hingga memastikan kapasitas dapur sesuai petunjuk teknis (juknis) yang ditetapkan pemerintah pusat.
“Satgas ini dibentuk sebagai ujung tombak pelaksanaan program MBG di lapangan. Mereka yang mengatur agar setiap tahapan berjalan sesuai aturan, sehingga manfaat program bisa dirasakan oleh seluruh siswa yang berhak,” ujar Rana, Rabu, 10 September 2025.
Selain menjalankan fungsi perencanaan, Satgas MBG juga bertugas melakukan evaluasi berkala terkait efektivitas dan kelancaran program. Evaluasi ini penting untuk mengetahui hambatan-hambatan di lapangan serta mencari solusi cepat agar pelaksanaan program tidak terhambat.
Rana menambahkan, hasil evaluasi Satgas MBG akan dilaporkan secara periodik kepada pemerintah provinsi maupun pusat. Laporan tersebut menjadi bahan pertimbangan dalam perbaikan kebijakan maupun dukungan tambahan yang dibutuhkan daerah.
“Dengan adanya laporan yang jelas dan terukur, pemerintah di tingkat lebih tinggi bisa mengetahui kondisi riil di lapangan. Ini akan memperkuat sinergi agar program MBG di Palangka Raya benar-benar berjalan sesuai target,” tegasnya.
Ia juga menilai bahwa pembentukan Satgas MBG menunjukkan keseriusan Pemko Palangka Raya dalam menyukseskan program strategis nasional tersebut. Kehadiran Satgas diharapkan menjadi jembatan komunikasi antara sekolah, pemerintah daerah, dan pemerintah pusat.
Rana memastikan DPRD akan ikut mengawasi kinerja Satgas, agar program MBG dapat terlaksana transparan, akuntabel, dan tepat sasaran. “Ini adalah program besar untuk masa depan generasi muda kita, sehingga pengawalan yang ketat harus dilakukan,” tutupnya. (MARINI/j)









