BORNEONEWS, Palangka Raya - Anggota DPRD Palangka Raya, Dede Ardiansyah, menyoroti lemahnya keberadaan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) di sejumlah sekolah di kota setempat.
Ia menilai, keberadaan UKS yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam menjaga kesehatan siswa belum maksimal, baik dari sisi fasilitas, tenaga pendukung, maupun program yang dijalankan.
Menurut Dede, UKS bukan sekadar ruang kosong di sekolah, melainkan bagian penting dalam sistem pendidikan yang berfungsi menjaga kesehatan peserta didik agar kegiatan belajar mengajar berjalan optimal.
“Kalau kondisi UKS dibiarkan seadanya, maka sekolah sedang mengabaikan aspek kesehatan siswa. Padahal, kesehatan adalah syarat utama untuk menunjang prestasi,” ujarnya, Rabu, 10 September 2025.
Ia menekankan bahwa banyak kasus kesehatan anak sekolah, seperti anemia, gizi buruk, hingga penyakit menular ringan, bisa dicegah jika fungsi UKS benar-benar diperkuat. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan masih banyak sekolah yang tidak memiliki peralatan standar, obat-obatan dasar, bahkan ruang UKS yang layak.
Dede juga menyoroti minimnya tenaga medis pendamping di sekolah. Ia menilai, kerja sama dengan puskesmas terdekat atau dinas kesehatan harus diperkuat agar pelayanan kesehatan dasar bagi siswa bisa cepat diberikan ketika ada kondisi darurat.
“Jangan sampai anak sakit di sekolah hanya ditidurkan di kursi tanpa penanganan. Itu mencerminkan lemahnya perhatian kita terhadap hak dasar anak dalam memperoleh pelayanan kesehatan,” tegasnya.
Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa penguatan UKS harus menjadi bagian dari kebijakan anggaran pemerintah kota. Tidak cukup hanya dengan imbauan, melainkan harus ada alokasi dana yang jelas untuk memperbaiki fasilitas, menyediakan tenaga pendukung, serta memastikan keberlangsungan program kesehatan sekolah.
DPRD Palangka Raya, lanjut Dede, akan mendorong agar persoalan UKS ini dibahas lebih serius dalam pembahasan anggaran. Menurutnya, investasi di bidang kesehatan siswa merupakan langkah strategis untuk menghasilkan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.
“Kalau kita bicara pembangunan SDM, mulailah dari sekolah. Pastikan anak-anak sehat, karena dari situlah kualitas pendidikan dan masa depan Palangka Raya ditentukan,” pungkasnya. (MARINI/j)









