PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pengurus Daerah Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) periode 2025–2030 resmi dilantik oleh Pengurus Wilayah MES Kalimantan Tengah. Prosesi pelantikan berlangsung di Aula Sangga Banua, Kantor Bupati Kobar, Rabu, 10 September 2025.

Pelantikan pengurus daerah MES Kobar siap menjadi penggerak utama dalam penguatan ekonomi syariah daerah. Dengan dukungan pemerintah dan masyarakat, MES diharapkan mampu mempercepat akselerasi pembangunan ekonomi berbasis syariah di Bumi Marunting Batu Aji.

Dihadiri Bupati Kobar Nurhidayah yang diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Kobar, Rody Iskandar menyampaikan apresiasi dan harapan besar kepada pengurus baru. Ia menegaskan bahwa MES Kobar harus menjadi motor penggerak penguatan ekonomi syariah di daerah.

“MES diharapkan mampu menyusun rencana kerja yang efektif dan solutif, terutama dalam pemberdayaan UMKM, penguatan ekosistem zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF), serta pembinaan ekonomi pesantren,” kata Rody.

Ia menyebutkan perkembangan ekonomi berbasis syariah di Kabupaten Kobar menunjukkan tren positif. Hal itu terlihat dari tumbuhnya lembaga keuangan syariah, bisnis ritel, pariwisata, hingga usaha kreatif berbasis syariah. 

“Dengan kualitas SDM yang dimiliki pengurus MES Kobar, saya optimistis organisasi ini mampu bekerja optimal untuk mewujudkan Kobar makin jaya,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Harian PD MES Kobar, Syahrudin, menyampaikan komitmen pengurus dalam menjalankan amanah organisasi, dan meminta dukungan penuh dari pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan.

“Kami mohon support dari semua pihak agar program MES bisa berjalan maksimal demi membangun masyarakat ekonomi syariah di Kabupaten Kotawaringin Barat,” ujarnya.

Sedangkan, menurut Ketua I PW MES Kalteng, Tri Hidayati, yang hadir dalam pelantikan, hampir seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Tengah sudah memiliki PD MES, hanya Lamandau dan Sukamara yang belum terbentuk.

Dalam kesempatan ini, Tri menekankan bahwa ekonomi syariah kini menjadi tren global. “Ekonomi syariah bukan hanya soal keuangan, tapi juga industri halal, pengelolaan zakat, hingga sektor riil. Kobar dengan mayoritas penduduk muslim sangat wajar jika menjadi salah satu ikon pengembangan ekonomi syariah di Kalteng,” ujarnya.

Dengan terbentuknya pengurus daerah MES Kabupaten Kobar, diharapkan akselerasi pengembangan ekonomi syariah semakin kuat dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat luas. (NURITA/J)